Sirikit SyahHMINEWS.Com – Direktur Sirikit School of Writing (SSW) Dra. Sirikit Syah, M.A., yang juga pegiat literasi Kota Surabaya menerima FAM Writer Award 2014 yang diberikan Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia Wilayah Surabaya. Sirikit Syah merupakan tokoh literasi pertama yang menerima penghargaan itu.

Penghargaan diserahkan Koordinator FAM Wilayah Surabaya, Yudha Prima, dalam rangkaian kegiatan Diskusi Menulis bertajuk “Menjadi Keren dengan Menulis”, Ahad (14/9), di aula Perpustakaan Kota Surabaya, disaksikan puluhan pegiat literasi yang datang dari beberapa kota, di antaranya Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Mojokerto, Pasuruan, dan Jombang. Turut hadir tokoh literasi lainnya, di antaranya Much Khoiri dari Jaringan Literasi Indonesia.

Koordinator FAM Wilayah Surabaya Yudha Prima lewat Siaran Pers Senin (15/9) di Surabaya mengatakan, Sirikit Syah adalah sosok pejuang literasi yang istiqamah dalam menekuni dunia kepenulisan.

“Selama puluhan tahun beliau banyak memproduksi karya-karya yang mencerahkan. FAM juga respect atas dedikasi beliau dalam membina generasi muda dengan mendirikan SSW. Selain itu, beliau juga sosok survival yang tak kenal menyerah dengan segala ujian hidup, meski harus terus menjalani kemoterapi secara rutin akibat kanker, namun itu tak membuatnya berhenti berkarya,” kata Yudha Prima.

Ditambahkan Yudha Prima, perjalanan literasi Sirikit Syah selama puluhan tahun di jalur kepenulisan telah dimulai sejak kelas 5 SD. Dengan menulis, beliau mendapatkan banyak reward, mulai dari beasiswa hingga sering diundang berkunjung ke mancanegara, salah satunya undangan dari Walikota San Fransisco.

“Award berupa plakat FAM Writer Award 2014 dan piagam ini semata bentuk perhatian kepedulian FAM Indonesia terhadap tokoh-tokoh peduli literasi,” ujarnya.

Acara tersebut juga merupakan pertemuan ke-20 dalam usia 2 tahun FAM Wilayah Surabaya. Pada kesempatan itu  FAM Surabaya memperkenalkan sejumlah buku karya pengurus dan anggota FAM Surabaya, di antaranya buku Jembatan Merah, Semanggi Surabaya, Meraih Impian, Menjadi Indonesia, dan juga Antologi Cerita Anak yang salah satu ceritanya didongengkan Cak Handoko.

Smada Muslim Competition

Sementara itu, SKI SMA Negeri 2 Surabaya menggandeng FAM Cabang Surabaya untuk menjadi juri lomba karya tulis ilmiah dalam ajang Smada Muslim Competition (SMC) 2014, Sabtu (13/9). Sebanyak sepuluh karya pelajar diuji di hadapan tiga juri, yaitu Eko Praseto (FAM Surabaya), Edy Hartolo Rayes dan Mashudi (keduanya Pengawas PAI Departemen Agama Surabaya).

Setelah melalui penilaian dari berbagai kriteria yang ditetapkan, diputuskan pemenang di antaranya: Juara 1 Rinaldiyanti Rukmana (judul karya: Peranan Sanggar Kepoedang dan Kudaireng Pada Sarana Dakwah dalam Membentuk Muslim Exist Generations), Juara 2 Fatmah Cholid Bawazir (Hijab For A Healthier Life), dan Juara 3 Sandy Gio Pratama (Danadyaksa Pandawa).

Kompetisi bertema “Young Exist Generation of Muslim” itu secara resmi pemenangnya diumumkan bersamaan tabligh akbar Ahad (14/9) di halaman SMA Negeri 2 Surabaya. (rel)