Harun-Al-RasyidHMINEWS.Com – Harun Al Rasyid Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Indonesia (UI) wafat pada Selasa (12/8/2014) malam. Ia wafat pada usia 84 tahun setelah sebelumnya sakit hampir setahun.

Kepergian almarhum meninggalkan duka masyarakat Indonesia, terkhusus lagi orang-orang yang mengenalnya secara dekat. Seperti disampaikan Pakar Hukum Tata Negara, Yusril Ihza Mahendra saat melayat pada Rabu (13/8) pagi. “Saya kenal beliau sejak saya masih sebagai mahasiswa. Beliau memang agak keras, tapi hatinya itu baik sekali,” ujar Yusril di rumah duka, Jalan Daksinapati Timur III, Rawamangun, Jakarta Timur.

Yusril mengaku, walaupun sering berbeda pendapat atau berdebat dengan orang lain, almarhum sama sekali tidak pernah menaruh dendam.

Kabar meninggalnya pria kelahiran Bima, NTB tersebut, pertama menyebar luas  melalui twitter Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu, Jimly Asshiddiqie. “Innalillahi wa inna ilaihi rojiuun. Prof. Harun Alrasid tlh wafat td malam. Mari kita berdoa utk alm. Smg Allah trm sgla amalnya. Alfatihah,” tulis Jimly Rabu, 13 Agustus 2014.

Prof Harun Al Rasyid Bima lahir di Sumbawa Timur, Nusa Tenggara Barat, pada 27 Desember 1942. Ia meninggal di rumahnya di kompleks dosen Universitas Indonesia di Rawamangun, Jakarta Timur. Meskipun sakit, kata Jimly, Harun bersikeras untuk dirawat di rumah saja. Ia pernah menjabat penasehat hukum Presiden Abdurrahman Wahid. Dikenal sebagai orang yang ramah dan sering menadi rujukan ketika terjadi sengketa di bidang ketatanegaraan.