syawalan kahmi
Mahfud MD dalam acara Silaturahmi Idul Fitri Majlis Nasional KAHMI di Nusantara V Senayan, Selasa (19/8/2014). Foto MMD4ID

HMINEWS.Com – Syawalan Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) diadakan di Gedung Nusantara V, Senayan Jakarta. Banyak alumni yang hadir, termasuk Akbar Tanjung, Mahfud MD, dengan tuan rumah Irman Gusman, Selasa (19/8/2014).

Koordinator Majlis Nasional KAHMI, Mahfud MD dalam sambutannya menyatakan, usai Pilpres yang telah dilalui bersama, KAHMI harus kembali kepada khittahnya. Berusaha menegakkan Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin, rahmatan lil Indunisiyyin. Karena, menurutnya, “KAHMI itu himpunan cendekiawan, bukan himpunan sarjana, karena kalau sarjana itu diartikan sebagai orang yang mempunyai ijazah tertentu karena keahlian dan kualifikasi bidang tertentu. Tetapi kalau cendikiawan itu juga sarjana tapi juga punya tanggungjawab, punya sikap pengabdian, membangun masyarakat adil dan makmur.”

Ia mengingatkan, setelah melalui 2 bulan waktu yang cukup memanas karena kontestasi politik, semua harus menghormati posisi masing-masing. KAHMI membiarkan anggotanya mengambil pilihan-pilihan politik, tetapi tidak membolehkan bendera KAHMI digunakan oleh siapapun.

“Oleh sebab itu selama kontestasi politik, yang terlibat dalam pilihan-pilihan politik itu tidak aktif dulu, dengan kesepakatan sesudah Pilpres selesai, maka kita kembali ke satu dan mengembangkan posisi masing-masing, menghormati posisi masing-masing untuk mengambil peran. Yang menang kita beri kesempatan untuk melaksanakan tugas-tugas, melaksanakan misi KAHMI dalam kemenangannya, yang kalah juga memposisikan diri sebagai orang yang membawa misi KAHMI sesuai dengan posisi masing-masing,” lanjutnya.

Apapun hasil Pilpres, ia menyerukan agar semua menerima sebagai produk yang konstitusional. “Karena kalau kita teruskan, tidak selesai-selesai, kapan kita bekerja,” tandasnya.