Memaknai hidup
pada akhirnya akan menemukan mutiara terindah kehidupan
dan itu dapat tercapai dengan cinta, ilmu dan keikhlasan
keindahannya sama dengan makna
cinta Allah SWT yang terkandung dalam lailatul qadr
untuk umat nabi besar Muhammad SAW

Ramadhan yang dimaknai sebagai bulan penuh berkah khususnya umat Islam tak terkecuali umat beragama lain. Bagi umat Islam ramadhan sebagai wahana ibadah dan silaturahmi, memperbaharui hubungan menjadi lebih erat dan bermakna dan bahkan ibadah bermakna luas bukan hanya sholat, zakat dan berdzikir namun lebih dari itu, segala kegiatan yang positif termasuk ibadah. Maka beruntunglah orang-orang yang menemui bulan suci Ramadhan kali ini.

Selain itu ramadhan dimaknai oleh ahli kalam dan penafsir secara mendalam tentang qadr. Ada yang memaknai lailatul qadr sebagai bulan tiada batas kemuliaannya sehingga di dalam Al Qur’an hanya memberikan analogi malam lebih mulia dari 1.000 bulan, ini menandakan kemuliaan bulan ini memang tidak dapat diukur oleh nalar meski akal memiliki daya jangkau tak terbatas kecuali orang-orang yang memiliki kemakrifatan dan kekhususan yang diberikan langsung oleh Allah SWT.

Ramadhan sebagai momentum terindah bagi seluruh umat Islam di dunia menjadi sangat wajar jika bulan ini begitu berarti bagi semua orang Islam, alangkah ruginya jika seorang muslim yang tidak merasakan getaran keindahan dan kebahagiaan di bulan ini, getaran kebahagian yang menjadi motivasi dan inspirasi hidup. Pada awal Ramadhan ini tentu saja kita sebagai umat Islam harus bergembira tapi bukan dalam keadaan terpaksa. Gembira dari hati naik ke mata lalu menjadi senyum indah sama seperti orang yang lagi kasmaran menyambut bulan suci ramadhan.

Anda tahu bedanya gembira terpaksa dengan gembira ikhlas, seorang yang gembira terpaksa senyumnya pahit apalagi jika sedang marah dan ngambek apa yang tanpak akan sangat membakar orang melihatnya. Jauh berbeda dengan seorang yang gembira dengan setulus hati, tanpa tersenyum pun getaran rasa hatinya sudah menyejukkan jiwa apalagi jika tersenyum, bergembiralah jika bisa meraih ini, itu menjadi pertanda anda masih mendapat sentuhan keimanan dan taqwa langsung dari hati terdalam yang jadi anugrah Allah SWT.

Milad dan Ramadhan, Menjiwai Hakekat Cinta

Keberuntungan bagi orang-orang yang momentum khsusus di bulan ini karena faedahnya berlipat-lipat bahkan sulit untuk dihitung, alasan ini penulis sampaikan karena setelah menghitung dan menelaah secara mendalam makna lailatul qadr sungguh akal penulis hanya menemukan susunan rumus angka tiada batas, makna seperti yang penulis utarakan di atas tentang kemuliaan lebih dari 1.000 bulan sungguh melampaui struktur perhitungan penulis. Subhanallah

Oleh sebab itu beruntunglah yang menemui bulan ini dengan hati terbuka, tulus dan bersyukur apalagi jika di bulan ini anda memiliki momentum strategis seperti melamar, menikah, atau ulang tahun karena jika momentum tersebut diisi dengan kegiatan positif akan menghasilkan pahala yang berlipat ganda dan tak terkira nilainya.

Momentum milad yang penulis maksudkan bisa bermakna ulang tahun seorang tokoh atau seseorang yang memiliki keistimewaan bagi hidup anda. Jika bulan ini adalah momentum miladnya alangkah indahnya jika momentum tersebut diisi dengan sentuhan yang lebih mendalam lagi pemaknaan tentang ramadhan. Pemaknaan itu bisa berupa menulis hal-hal seputar kehidupan anda di masa lalu, mencatat hal-hal penting atas setiap peritiwa dan melakukan koreksi.

Proses penulisan itu dilakukan dengan melakukan pengingatan kembali terhadap setiap peristiwa hidup yang telah dilalui, mencatat dalam buku diari, dalam catatan harian. Akan terdapat banyak catatan kelemahan, kekurangan yang selama ini menjadi beban kehidupan kita. Proses pencatatan itu akan melahirkan banyak kekurangan, kelemahan yang sebelumnya kita tidak pernah sadari, di sinilah letak penting dari pencatatan peristiwa kehidupan kita sendiri.

Selain mencatat kekurangan kita juga bisa mencatat kelebihan yang bisa jadi menjadi potensi utama yang bisa diklasifikasi dalam kehidupan kita. Mencatat kelebihan kita sangat penting dilakukan klasifikasi, baik kelebihan utama, sedang maupun yang biasa saja termasuk mencatat kelebihan yang sangat penting dikembangkan dan potensi yang perlu ditata agar memiliki peningkatan skill hidup.

Setalah tercatat semua baru melakukan evaluasi perbandingan banyak mana kekurangan dan kelebihan sehingga ada kesimpulan yang bisa ditarik ternyata selama ini hidup stagnan, tidak maju bahkan mundur. Atau sebaliknya sudah ada kemajuan di setiap fase kehidupan namun ada satu fase kehidupan yang benar-benar mengalami kejatuhan, di sinilah memontum pentingnya pencatatan kehidupan kita di saat milad apalagi di bulan suci yang agung ini.

Dengan proses tersebut setiap kelamahan kita obati dengan bertanya atau membaca banyak buku, belajar dari sejarah, belajar dari orang-orang yang pernah sukses. Proses evaluasi ini juga akan menjadi senjata sakti untuk bangkit dan memajukan diri apalagi catatan yang kita miliki sudah ada poin-poin penting yang perlu pengembangan. Kita bisa belajar dari kegagalan juga bisa belajar dari kesuksesan orang lain dan itu bisa dikakukan dengan banyak mengavaluasi diri dan itu sangat tepat di saat milad.

Inilah cara terbaik membangun cinta terhadap diri sendiri dengan terus melakukan evaluasi diri dan malam ini atau hari ini momentum yang sangat beharga sebagaimana makna yang terkandung di awal ramadhan sebagai bulan pengampunan. Bulan pengampunan bukan dalam kategori terbatas namun sangat luas maknanya, bisa termasuk mengevaluasi diri dan kehidupan kita untuk lebih maju dan merumuskan ulang agenda masa depan yang lebih baik. Malam ini atau bulan ini jika ada orang terdekat yang milad bisa diingatkan atau saling mengingatkan arti cinta lebih pada semangat menjiwai hidup pada orientasi kemajuan dan keislaman yang akan menyelamatkan dunia dan akhirat masing-masing, itulah sejatinya hidup.

Bahtiar
Pencinta Budaya Literasi dan Direktur Advokasi dan Pemberdayaan Inventnomics Indonesia