(VIVAnews/Agus Tri Haryanto)
Konferensi Pers PBNU (VIVAnews/Agus Tri Haryanto)

HMINEWS.Com – Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj meminta masing-masing capres-cawapres menahan diri dalam mendeklarasikan kemenangan. Deklarasi kemenangan dinilai terlalu dini dan meresahkan karnea hanya berdasar hasil penghitungan cepat tim surveinya masing-masing.

“Kita tetap menghormati kerja tim survei di alam demokrasi. Hanya saja semua pihak mesti menunggu proses penghitungan KPU sebagai penghitungan resmi yang diatur undang-undang,” ujar KH Said dalam konferensi pers di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Kamis (10/7/2014) siang.

Kyai Said menyarankan, daripada deklarasi lebih baik bersama-sama mengawal penghitungan resmi KPU. Ia juga menyatakan bahwa siapapun yang menang adalah bangsa Indonesia dan harus disyukuri karena pemilihan telah berlangsung dengan damai.

Ia juga meminta masing-masing pihak jangan sampai saling mengejek, menghina atau meremehkan pihak lain yang menimbulkan provokasi dan merusak suasana demokrasi yang sudah berjalan dengan baik dalam proses pemilihan.

“Mari kita tunggu hasil sebenarnya dari perhitungan KPU, setelah itu semua pihak harus mengakui siapa yang akhirnya terpilih,” tandasnya.

Pimpinan salah satu pesantren di Cirebon tersebut juga meminta negara lain tidak mencampuri urusan dalam negeri Indonesia. Negara-negara lain tidak boleh seenaknya menyatakan siapa pemenang Pilpres 2014 sebelum pengumuman resmi KPU berdasarkan real count.