MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Setelah sempat vakum beberapa waktu lalu, Himpunan Mahasiswa Islam-Majelis Penyelamat Organisasi (HMI MPO) komisariat Unhas kini bangkit dengan mengadakan lagi basic training akbar se Unhas di Gedung Aptisi sejak Rabu (14/5) lalu hingga Minggu (18/5).

“HMI-MPO akhir-akhir ini kurang aktif, jadi ini baru bangkit kembali. Untuk saat ini kami fokus pada perekrutan kader seperti ini,” ujar Chandra, ketua panitia kegiatan tersebut, Minggu (18/5/14)

Chandra mengaku dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, tidak ada sistem paksa maupun kontak fisik yang dilakukan pada peserta basic. “Mereka ada di sini berdasarkan kemauannya sendiri. Kami pada dasarnya sangat menolak sistem paksa atau jebakan yang biasa dilakukan organisasi lain. Di sini kami hanya membentuk karakter peserta, mereka telah memiliki potensi masing-masing dan kami hanya memberi warna pada mereka,” jelas Chandra.

Selain itu, ia juga menambahkan bahwa dalam HMI-MPO ditekankan adanya keseimbangan spiritual dan intelektual dalam diri kader HMI-MPO. “Kami tekankan untuk keseimbangan spiritual dan intelektual agar nantinya bisa mengambil posisi dalam kebijakan-kebijakan dengan berasaskan Islam,” ujar Chandra.

Meskipun mengusung basic training akbar se Unhas, Chandra mengaku bahwa basic tersebut juga terbuka bagi mahasiswa dari unversitas lain yang serius ingin mengikuti pengkaderan tersebut.

“Memang kami memgadakan pengkaderan ini untuk membuka kesempatan bagi mahasiswa Unhas yang ingin menjadi kader HMI-MPO, tetapi kami tidak menutup kesempatan untuk mahasiswa di luar Unhas. Di dalam (tempat basic) 50 persen peserta berasal dari universitas lain,” ujar Chandra.

Hal serupa juga dikatakan oleh salah satu anggota tim pemandu, Muhajir. Meskipun sebagian besar dari Unhas, dalam kegiatan ini juga diikuti oleh mahasiswa dari universitas lain seperti UVRI (Universitas Veteran Republik Indonesia), UNM (Universitas Negeri Makassar), dan UIN (Universitas Islam Negeri). “Sedangkan untuk Unhas sendiri yang mendominasi dari Fakultas Sosial Politik (Sospol) dan Teknik” ujar Muhajir.

Pada kegiatan basic ini, lanjut Muhajir, peserta diberikan beberapa materi untuk dikuasai sebagai syarat lulus menjadi HMI-MPO. “Mereka diberikan materi keilmuan, filsafat, HMI, dan keagamaan. Peserta harus lulus pada semua materi untuk menjadi kader HMI-MPO,” ujar Muhajir.

: http://rakyatsulsel.com/hmi-mpo-unhas-bangkit-lagi.html#sthash.W39Gy5Ju.dpuf