Makassar,Buletinsia.com– Dalam upaya menjaga stabilitas dan keamanan Negara di tahun politik ini, aktor keamanan Negara dalam hal ini Polri dan TNI menyatukan visi untuk mengawal seluruh rangkaian pemilu 2014.

Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi segala bentuk kecurangan-kecurangan dalam penyelenggaraan pemilu.

Visi tersebut dinyatakan di depan polisi, wartawan, LSM dan mahasiswa saat Diskusi dan Deklarasi Pemilu Damai Bersih dan Jujur diikuti Pangdam VII Wirabuana, Letjen TNI Bachtiar, Ketua KPU Sulsel, M Iqbal Latief, Ketua Bawaslu Sulsel, Laode Arumahi, tokoh pers HM Alwi Hamu, dan Ketua PWI Sulsel, Zulkifli Gani Ottoh. Pangdam VII wirabuana Mayjen TNI Bachtiar di Lantai 19 Graha Pena Makassar, Selasa (1/4).

Kapolda Sulselbar, Irjen Pol Burhanuddin Andi, menuturkan, jajarannya siap mengamankan Pemilu, 9 April. Namun, dia mempertanyakan kesiapan dan keinginan penyelenggara pemilu.

Ia juga menyarankan agar para penyelenggara pemilu seperti KPU dan Panwas harus siap secara moral. “Sudah siap nggak KPU? Kalau KPU sudah mau dibayar untuk apa polisi berjaga?” kata Burhanuddin.

Burhanuddin mengatakan, sebanyak apapun personel diturunkan, bila penyelenggara tidak menjaga independensi, potensi kisruh pemilu tetap mungkin terjadi.

Sementara itu, Pangdam VII wirabuana Mayjen TNI Bachtiar tersebut menyinggung soal netralitas personel maupun institusinya. ”Olehnya itu, saya mengimbau agar sikap netral itu jelas dan tegas. Saya sudah memerintahkan seluruh prajurit di enam provinsi untuk netral dan berdiri disemua partai. Tidak memihak pada salah satu partai atau terseret pada perbedaan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa TNI hanya siap mendorong kelancaran distribusi logistik dan membantu polisi. (Abr)