“MENGEMBALIKAN FUNGSI KONTROL PERS YANG SEHAT”

 

  1. 1.       PENDAHULUAN

Menjelang Pemilu 2014, tarikan kepentingan politik makin gencar. Pers sebagai pilar keempat dari demokrasi yang seharusnya netral di atas semua golongan, diindikasikan malah menjadi corong kepentingan kelompok-kelompok tertentu. Kondisi demikian tak luput dari kepemilikan lembaga atau perusahaan pers di tangan pemodal yang merupakan aktor-aktor politik. Bagaimana untuk mengembalikan posisi pers sebagaimana seharusnya, atau setidaknya, bagaimana agar tarikan kepentingan politik tidak merusak proses demokratisasi di Indonesia?

Erat kaitannya sebagai kekuatan pengontrol kekuasaan, pers memang harus kritis. Tetapi kekritisan tersebut kini sering kebablasan dan campur-aduk, sebab pers tidak hanya bersuara terhadap penyimpangan yang dilakukan kekuasaan, mencerdaskan masyarakat dengan informasi yang dimilikinya, tetapi institusi pers sendiri yang menyimpangkan kekuasaannya tersebut dengan memelintir berita-berita yang disuguhkan kepada khalayak. Dengan demikian, bukannya menjadikan masyarakat yang sehat, sebaliknya pers malah membodohi masyarakat, menimbulkan friksi dan menyebarkan isu yang mengarah kepada fitnah. Meski demikian, kerapkali pers berlindung di balik privilege yang dimilikinya, dan bahwa setiap upaya pembelaan terhadap berita-berita plintiran akan dianggap sebagai anti terhadap pers.

Kenyataan demikian di Indonesia semakin memprihatinkan, dan hampir tidak ada yang bisa mengembalikan fungsi kontrol pers yang sehat sebagaimana seharusnya kecuali dimulai dari institusi dan insan-insan pers sendiri. Sebab, apapun fakta yang terjadi kerap bisa menjadi lain ketika disampaikan kepada khalayak melalui berita yang diproduksi. Memang tidak selamanya hal itu diakibatkan oleh pelintiran oleh para jurnalis, tetapi dari sudut pandang dalam melihat fakta-fakta yang terjadi, frame yang dibangun oleh institusi pers dan keberpihakan politik serta kepemilikan perusahaan pers.

Kondisi demikian diperparah dengan tidak kritisnya khalayak yang mengkonsumsi berita, yang sering latah dan mengiyakan begitu saja apa yang ditulis oleh para jurnalis, bahkan pembaca lebih banyak sudah mengambil kesimpulan sendiri atas apa yang diberitakan hanya dari membaca judul berita, padahal judul berita pun sangat banyak yang hanya sensasi untuk menarik pembaca yang isinya berbeda dari judul yang bombastis tersebut.

Di berbagai situs berita online dan jejaring social seperti twitter dan facebook dapat diamati, bahwa pembaca berita sering terbelah ke dalam kubu-kubu dan bertengkar satu sama lain membela atau mencela oknum atau kejadian yang diberitakan media. Hal demikian sama artinya bahwa, peran pers sangat vital terhadap kehidupan masyarakat, apakah akan mendorong terwujudnya ketenteraman dengan berita yang tidak mengadu-domba, mencerdaskan dengan berita yang bukan berita pelintiran, menghibur dengan hiburan-hiburan sehat, atau merusak masyarakat dengan fakta-fakta yang ditafsirkan lain, pornografi, fitnah dan hal-hal lain yang hanya berorientasi pasar, mengumbar sensasi dan menganggap masyarakat selamanya bodoh dan tidak boleh kritis terhadap media.

 

  1. 2.       PERAN LAPMI

Lembaga Pers Mahasiswa Islam (LAPMI) sebagai lembaga kekaryaan dalam HMI, menjadi wadah untuk menempa kader-kader insan pers yang berintegritas. Tidak hanya insan pers yang piawai menulis atau menghadirkan grafis untuk dikonsumsi khalayak tanpa memperhatikan efek yang ditimbulkannya, tetapi bertangungjawab bahwa dengan informasi yang disampaikan tersebut tidak boleh menimbulkan kerusakan atau mafsadat bagi masyarakat yang mengkonsumsinya.

Mengingat bahwa penyampai informasi, yang sekarang dipegang atau bahkan dimonopoli insan pers, memegang fungsi yang sangat vital terhadap maju-mundurnya masyarakat, tidak jauh beda dengan para penyampai hadits Nabi, maka tepatlah apa yang pada awal tahun 90-an oleh Parni Hadi disebut dengan istilah ‘jurnalisme profetik.’ Jurnalisme profetik tersebut adalah jurnalisme yang mengusung misi seperti misi para nabi yaitu untuk membangun masyarakatnya dengan informasi sehat, benar dan berimbang yang mereka sampaikan, bukan informasi yang akan merusak masyarakatnya.

Fungsi seperti itulah yang oleh LAPMI mulai dari tingkatan Komisariat, Cabang hingga Pengurus Besar harus terus dimasifkan. Potensi kader-kader HMI yang punya kecenderungan terhadap dunia jurnalisme saat ini cukup besar, terbukti dari banyaknya kader di berbagai cabang yang berinisiatif menghidupkan LAPMI Cabang dan membuat media informasi Komisariat maupun Cabang di internet maupun versi cetaknya, juga kader-kader yang berkirim berita ke hminews.com sebagai media yang dipunyai HMI.

LAPMI harus terus menggembleng kader-kadernya agar sampai pada tingkat skill jurnalistik yang tinggi dengan sejumlah pengetahuan dan keterampilan mulai dari dasar-dasar jurnalistik, menulis berita, feature, opini, membuat dan mengelola blog, web, memahami analisis framing, serta keterampilan lainnya yang semakin berkembang seiring perkembangan zaman dan teknologi. Kader-kader LAPMI harus bisa memanfaatkan media massa untuk tujuan-tujuan kebaikan, membangun diri, beraktualisasi, mengontrol kekuasaan sesuai levelnya masing-masing dan mencerdaskan masyarakat dengan informasi yang sehat.

Namun masalah berikutnya yang tidak kalah penting dalam pengelolaan LAPMI adalah pendanaan. Sementara Pengurus PB HMI tidak dapat terus menerus meminta dana dari alumni HMI, sedangkan kebutuhan internal lainnya (pengadaan barang sekretariat, perjalanan ke daerah, dan seminar/ diskusi publik) juga memakan biaya yang cukup besar. Maka tidak ada cara lain selain LAPMI menjadi lembaga yang independen secara finansial sehingga tidak membebani kas PB HMI.

Wacana “Media Gerakan Nasional”

Gerakan mahasiswa hari ini sudah mati! Mungkin kata itu sangat tepat menggambarkan betapa dekadensi di dalam gerakan mahasiswa terasa. Gerakan yang dulu pernah menumbangkan Orde Lama tahun 1966, Orde Baru 1998, dan melahirkan orang-orang yang berpengaruh di Indonesia perlu tutup buku. Tidak ada wacana baru yang berkembang di seputar gerakan mahasiswa. Padahal jika kita melihat sejarah, seperti yang dilansir dari situs pbhmi.net “setidaknya, dalam kurun waktu 10 tahun pasca reformasi (2001-2011), HMI telah menuangkan gagasan-gagasannya melalui tema besar HMI, yaitu: revolusi/perubahan sistemik (Kongres HMI ke-23 dan 24), gerakan tamadduni (Kongres HMI ke-25 dan 26), dan gerakan kemandirian bangsa (Kongres HMI ke-27). Tema-tema besar tersebut terkait dengan upaya HMI dalam turut membangun suatu Indonesia baru. Gagasan mengenai revolusi sistemik hadir ketika bangsa ini tengah dalam situasi yang kacau-balau dalam masa transisi pasca reformasi 1998. Ketika itu HMI menghendaki adanya suatu gerakan revolusioner yang bergerak untuk membersihkan segala warisan buruk rezim Orba, kelakuan elit-elit politik baru yang mengecewakan, serta cengkeraman kekuatan asing (neokolonialisme).

Pada perkembangannya, konsep revolusi sistemik itu kemudian dikembangkan oleh HMI melalui suatu model gerakan yang selanjutnya disebut sebagai gerakan tamadduni. Gerakan tamadduni adalah suatu usaha dan ijtihad yang sungguh-sungguh dan cemerlang dalam mendorong terciptanya masyarakat yang berperadaban tinggi. Konsep tamaddun yang menjadi ruh dari gerakan tamadduni mempunyai akar kata yang berarti: “kota” atau “peradaban”. Gerakan tamadduni, sebagaimana juga trisakti-nya Soekarno, meniscayakan konsolidasi di tiga sektor, yaitu: konsolidasi untuk kemerdekaan politik, konsolidasi untuk kemadirian ekonomi, dan konsolidasi untuk pencapaian budaya yang tinggi.”

Hari ini kita melihat bahwa konsepsi HMI hampir tidak memiliki pengaruh dalam pergerakan politik mahasiswa. Bandingkan saat konsep revolusi sistemik diterima di berbagai kalangan saat itu, buku-buku revolusi sistemik yang diterbitkan oleh pengurus PB HMI berhasil menyedot perhatian dan dijadikan sebagai rujukan opini maupun diskusi di berbagai kampus. Di saat kepengurusan PB HMI 2011-2013 konsepsi Komunitas Kreatif hanya berdengung di balik LK II atau pidato-pidato dari Ketua PB HMI. Hal tersebut bukanlah disebabkan karena konsep komunitas kreatif tidak menarik, namun cara pengemasan dan publikasi yang masif tidak terjadi. Sebagai “Media Gerakan Nasional” ini menjadi tugas LAPMI untuk menyebarkan gagasan yang berada di level PB HMI kepada seluruh kader internal maupun publik secara umum. Harapannya, gerakan lain mencontoh atau menggunakan wacana HMI sebagai wacana utama gerakan sosial. Dengan potensi pengunjung website yang mencapai 2.000 orang per hari ditambah optimalisasi media sosial menjadi kekuatan LAPMI untuk menyebarkan wacana ke seluruh Indonesia.

Media Sebagai Panglima

Di tengah era informasi digital, peran website dan media sosial sangat penting bagi penyebaran informasi. Hal ini yang dapat dimanfaatkan oleh HMI melalui LAPMI untuk memberikan informasi alternatif di luar media mainstream. Jika HMI dapat fokus dalam memberikan pemberitaan yang unik, menarik, anti-mainstream maka ketertarikan mahasiswa untuk ikut HMI juga akan berpengaruh, selain itu bargaining power HMI di depan organisasi lainnya akan naik. Setiap keputusan, pernyataan sikap, opini dari pusat maupun cabang dapat di tampung baik di dalam wadah HMINEWS.COM, PBHMI.NET  atau media sosial seperti pages, akun facebook maupun twitter.

Aliansi Jurnalis HMI

Dalam grup facebook para alumni HMI yang berkecimpung di dalam jurnalisme berkumpul dan berbagi ilmu atau informasi terbaru seputar media massa. LAPMI dapat dilibatkan baik sebagai anggota forum yang memiliki posisi sama di depan alumni. Jaringan ini sangat bermanfaat untuk melakukan kerjasama pemberitaan di media massa. Sebagai contoh Kongres PB HMI dimuat di Republika dan Jurnal Nasional karena telah memiliki jaringan di kedua media massa tersebut.

 

 

 

 

  1. 3.       HMINEWS.COM

LAPMI PB HMI (MPO) sejak beberapa periode yang lalu telah mengembangkan situs HMINEWS.COM yang sekarang cukup dikenal di kalangan gerakan mahasiswa di Indonesia, tidak hanya di internal HMI, tetapi juga di berbagai gerakan mahasiswa yang lain. HMINEWS.COM pun telah menjadi branding yang melekat dan tak bisa dilepaskan dari HMI (MPO). Meski identik dengan HMI, tetapi situs ini pun memuat berita-berita umum lainnya, mulai dari berita pendidikan, ekonomi, politik, hukum, dan sebagainya.

Dalam beberapa tahun sejak HMInews.com diterbitkan ulang tahun 2010, terdapat beberapa perbaikan mendasar dalam hal layout website. Namun hal tersebut belum di ikuti oleh standar penulisan baku, foto yang masih rendah pixel-nya, hingga konten opini yang belum memenuhi kriteria sebuah website berita. HMInews.com memerlukan profesionalisme dari pengurus LAPMI PB HMI.

HMINEWS.COM perlu penambahan disk space usage (berwarna orange) yang kini hanya tersisa sekitar 30% dari total kapasitas 2,000 Mb. Hal ini mengindikasikan bahwa data yang dapat ditampung dalam website seperti artikel, foto, poster hanya tersisa sekitar 650 Mb. Terlebih jika HMINEWS.COM akan menambah fitur lainnya seperti video, twitter corner, maupun polling. Solusi dari permasalahan ini adalah menambah disk space usage yang membutuhkan biaya. HMInews.com juga membutuhkan biaya operasional yang tidak sedikit termasuk perpanjang hosting setiap 6 bulan sebesar Rp. 300.000,- dan domain sekitar Rp. 500.000,- per tahunnya. Dalam bagian selanjutnya akan dibahas solusi dari pendanaan HMInews.com yang mungkin dapat dilakukan oleh pengurus berikutnya.

Grafik 1 Disk Usage HMInews.com

 

Sumber: HMInews.com/cpanel

Berdasarkan penelusuran di berbagai situs statistik web seperti alexa.com, webstats.com, dan rating lainnya, diketahui bahwa HMINEWS.COM bernilai sekitar Rp7 juta jika dijual. Sementara itu per hari HMINEWS.COM dengan menjual iklan dapat meraup $ 3 atau sekitar Rp.30.000,-, data tersebut menjadi indikasi bahwa situs HMINEWS.COM memiliki potensi pendapatan yang belum dimanfaatkan secara maksimal oleh LAPMI.

Sebagai bentuk sinergi antara Cabang dan PB, sub-domain website HMI Cabang-cabang dapat ditambahkan ke dalam HMINEWS.COM, sehingga terjadi integrasi website ke dalam satu domain. Mengingat banyaknya Cabang HMI yang memiliki website tentu lebih rapi jika dijadikan satu.

Iklan

Dari statistik pengunjung website HMINEWS.COM yang bertambah cukup banyak tiap tahunnya, terbuka peluang untuk mencari sumber pendapatan operasional LAPMI dari penjualan space iklan di website tersebut. Penawaran iklan dapat dimulai dengan kerjasama, misalnya dengan toko buku atau penerbit buku Islami, acara diskusi lembaga, hingga kemungkinan kerjasama dengan instansi lainnya. Besarnya tarif pemasangan iklan ditentukan sesuai kesepakatan pengurus LAPMI yang baru.

Penerbitan Jurnal/ Buku

HMI yang terkenal dengan wacana intelektualnya perlu menuangkan ide dan gagasan dalam bentuk jurnal maupun buku. Terbitnya beberapa buku seputar gerakan mahasiswa yang berlatar HMI seperti ‘HMI Kawah Candradimuka’ karangan Sulastomo, ‘HMI 1963-1966’ karangan M Alfan Alfian, dan Jurnal Universal yang diterbitkan PB HMI terbukti menarik perhatian publik. Beberapa toko buku besar seperti Gramedia dan Gunung Agung memajang buku HMI ke dalam rak best seller. Hal ini menjadi kesempatan bagi LAPMI untuk konsisten menerbitkan buku-buku atau jurnal di kepengurusan mendatang. Keuntungan penerbitan buku ini juga dapat digunakan untuk kegiatan operasional PB HMI.

Optimalisasi Media Sosial

Akun twitter @beta123.hminews.com yang mencapai 2.000-an follower menjadi peluang bagi LAPMI untuk menyebarkan informasi seputar isu terbaru, informasi kegiatan HMI sehingga diketahui oleh publik.

Pembuatan Buletin HMI

LAPMI dapat menginisiasi pembuatan bulletin, semacam majalah mini yang terbit ruti 2 bulan sekali. Isi pemberitaan berkisar kegiatan HMI terbaru, opini, resensi buku dan informasi kegiatan HMI ke depan. Buletin ini juga dapat digunakan sebagai suvenir ketika melakukan kunjungan ke alumni, cabang-cabang maupun organisasi yang berafiliasi dengan HMI.

Publikasi Dokumen/ Arsip

Rencana ini merupakan rencana yang cukup lama namun belum dilaksanakan. Pengarsipan dokumen HMI perlu dilakukan, karena terdapat beberapa dokumen bersejarah yang hilang atau dimakan rayap sehingga urgensi pengarsipan secara digital sangat penting. Bentuknya dapat berupa .pdf maupun e-book. Terdapat dua macam dokumen, yaitu rahasia dan publik. Dokumen publik memuat naskah-naskah pidato dan arsip lainnya yang terbuka untuk publik (selain kader HMI). Kemudian hasil arsip publik ini dapat dipublikasikan secara umum dan gratis melalui HMINEWS.COM atau PBHMI.NET.

Rekrutmen Wartawan Per Wilayah

Kekurangan LAPMI saat ini adalah sumber daya manusia, terutama yang bertindak sebagai wartawan di HMINEWS.COM. Frekuensi pemuatan berita di HMINEWS.COM terkadang tidak update. Perlu adanya wartawan yang berasal dari kader HMI di setiap cabang yang dibekali dengan training jurnalistik dan kartu pers LAPMI diharapkan berita yang masuk akan selalu update dan bermutu.