Jakarta (7/4) Korupsi yang marak terjadi menurut Calon Presiden Peserta Konvensi Partai Demokrat, Anies Baswedan salah satu sumbernya adalah karena tidak jelasnya sistem pendanaan partai politik. Penggagas Gerakan Indonesia Mengajar ini mengatakan hal tersebut dalam acara ‘Mengadili Anies’ sebuah acara yang mendorong pendidikan politik dengan menguji calon yang akan maju sebagai presiden.

“Hulunya praktek korupsi adalah politik dan uang. Parpol bukanlah tempat mencari pekerjaan, banyak orang masuk parpol karena ingin mencari pekerjaan sejatinya yang aktif adalah mereka yang punya pekerjaan tetap,” buka Mantan Ketua Komite Etik KPK ini. Ia menambahkan, “Sumber pendanaan partai politik tidak jelas, jika sumbernya tidak jelas maka laporannya pun tidak jelas. Maka yang perlu dilakukan adalah perjelas sumbernya sehingga dapat diaudit dan sifatnya transparan.”

Anies juga menambahkan jika ia menjadi presiden ia akan panggil seluruh ketua partai politik yang ada untuk bekerjasama memberantas korupsi. “Perlu untuk mengumpulkan semua ketua parpol. Ajak bicara bahwa jika sistemnya begini terus maka sampai kapanpun parpol bisa jadi generator untuk korupsi tumbuh. Tugas presiden mendorong itu, berkomunikasi untuk kemajuan semua orang,” tegas Mantan Juru Bicara Tim 8 KPK ini.