Dilansir dari m.suaramerdeka.com. Menyambut hari kartini yang jatuh pada Senin 21 April 2014, Pelajar Islam Indonesia (PII) Jawa Tengah menyerukan hijab dikalangan pelajar dan mahasiswa.

Hal itu dilakukan dengan long march dan aksi edukatif kepada masyarakat melalui pembagian buletin dan pengumpulan petisi atas dukungan terhadap pemakaian jilbab pelajar muslimah, Minggu (20/4).

“Aksi ini sekaligus sebagai refleksi jelang momen peringatan hari Kartini, ini juga sebagai tanggapan dari kami atas isu pelarangan jilbab yang terjadi di Bali beberapa waktu lalu,” ungkap Ketua Umum PW PII Jawa Tengah Noverdi Afrian.

Pihaknya juga mengajak kepada para pelajar untuk melestarikan nilai luhur bangsa Indonesia.

“ketika anak-anak muda mulai merasa asing dengan nilai-nilai luhur bangsa sendiri, maka tugas kitalah untuk kembali membumikannya. Inilah saatnya PII membumi,” seru Noverdi.

Sementara itu, Pengurus Besar PII melalui ketua V bidang komunikasi Umat menyerukan kepada elemen organisasi pelajar untuk mengikuti aksi damai ‘kemerdekaan berhijab’ pada Senin (21/4) di Bundaran HI dilanjutkan dengan long march ke Istana Negara.

“Aksi ini akan dihadiri oleh sekitar 1000 pelajar dan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi pelajar mahasiswa untuk indonesia dari PII, IPPNU, IPM, Rohis, KAMMI, HMI MPO dan FSLDK,” jelas Ketua V PB PII Bidang Komunikasi Umat Helmy Al Djufri.

Selain PII, Kornas KOHATI HMI ikut aktif dalam aksi ini. Sebagai bentk kepedulian terhadap keterbatasan penggunaan hijab di daerah minor seperti Bali, dan wilayah Indonesia Timur. Beberapa tahun belakangan ini, isu tentang penggunaan hijab bagi polwan maupun anggota TNI wanita mencuat ke publik. Kehadiran Kornas KOHATI HMI bersama dengan aktivis perempuan Islam lainnya menjadi bentuk perjuangan Kartini baru yang emansipatif dan egalitarian.