Setiap hujan ruang memori ini selalu tertuju padamu.
Seolah kita dekat dan tak terpisah oleh dimensi waktu.
Yang terpatri dalam alunan rindu.

Andai aku bisa menakar, pastilah terlalu besar untuk mampu ditimbang.
Mungkin, hanya lewat hujan aku bisa berbisik.
Menyuarakan nada-nada yang tak tersampaikan.
Tentang dalamnya rasa pengharapan.

Namun, kutahu pengharapan hanyalah angan.
Karena dia bukanlah sajak yang mengikuti kehendak.
Karena sejatinya Kaulah yang selalu ada.
Menyertai dalamnya rasa yang disebut jiwa.