(Bantul, 18 April 2014)
Jum’at malam.

Bintang menepi diri.
Menampak mata, tapi tak berupa.
Berjarak laju waktu.
Di sini di keramaian bisu.
Lampu-lampu memancar kalbu.
Seberkas penerang tak bertuan.
Terikat sunyi dalam sayup.
Membawa sampai.
Mengalir sampai.
Tertatih-tatih mengeja rasa.
Hingga hening muara di ujung muka.
Kapankah akan kembali si bintang? Menyeru di kedalaman.
Tak menampak, tapi menghentak.
Di persinggahan raga yang sementara.