Balada Nenek Penjual Kayu Bakar
Bantul, 29 Maret 2013

Di antara malam dan fajar yang membentang
Kau telusuri gelapnya jalan menuju peraduan
Dengan kawanmu yang juga renta
Kadang bertiga atau berdua

Selendang lusuh dan usang menjadi saksi
Betapa beratnya beban yang kau nikmati
Setiap waktu, menuju tempatmu beradu

Daun-daun sirih yang terkunyah di mulut tak bergigi
Obor dari bara merang yang tergenggam di jemari
Penanda kau masih turut menyertai
Hadir kini, menepi lorong zaman

Di saat seperti ini
Kau masih mencoba setia
Menyapa dan memeluk dinginnya romansa
Untuk menaklukkan senja