“Dalam artikel-artikel terbaik, apa yang harus kita pikirkan itu tidak penting. Sebaliknya, saya lebih tertarik menjabarkan: apabila orang berpikir mengenai tunawisma, saus tomat, atau skandal keuangan, apa sebenarnya yang mereka pikirkan mengenai tunawisma, saus tomat, atau skandal keuangan?”

Satu kata untuk buku terbaru dari Malcom Gladwell yang merupakan penulis buku favorit the New York Times best seller. Keluar dari konteks penulisan berita mainstream, bosan dengan opini yang cenderung mengangkat heroisme, megalomania orang-orang besar abad ini. Malcolm dalam buku ini menawarkan sesuatu yang berbeda. What the Dog Saw merupakan serial artikel yang menggambarkan orang-orang biasa dengan prestasi luar biasa. Dibalik kejeniusan Cessar, sang penjinak anjing yang terkenal di Amerika Serikat, ternyata seorang imigran gelap asal Meksiko yang menerobos masuk ke Amerika Serikat, tidak memiliki pekerjaan, hingga akhirnya ia berhasil berbicara dengan anjing milik tetangga. Boom. Mendadak ia terkenal, penghasilan memenuhi rekening bank nya. Atau kisah tentang Enron dan McKinsey, keduanya perusahaan terkenal, yang pertama terkena skandal keuangan dan satunya konsultas bisnis yang menyarankan Enron agar memperkerjakan orang-orang terbaik yang penuh berbakat. Namun dibalik kesuksesan Enron terdapat kesalahan yang sangat fatal.

Kisah lainnya yang menarik adalah agen FBI yang tugasnya membuat profil kriminal. Ia menebak, ia sering salah, tapi penjahat pasti tertangkap. Sebuah biro yang berhasil menangkap pelaku pengeboman serial di New York. Hanya dengan sketsa perilaku, dugaan wajah, atau sekedar boneka yang tertinggal di apartemen korban, dapat menangkap si pelaku.

Kejeniusan Picaso yang berbeda dengan kejeniusan pelukis Cezanne. Picaso memiliki uang banyak, karya nya yang paling mahal terdapat dikala usianya 23 tahun. Sedangkan Cezanne memiliki maha karya justru di usia 65 tahun. Bukankah hal itu sangat aneh? Mengapa kejeniusan bagi Cezanne sangat terlambat di usianya yang senja?

Malcom Gladwell memang penulis jenius, buku ini sangat ringan, bahkan dalam waktu 1 hari dapat menamatkan seluruh isi buku. Dengan gaya bahasa yang cerdas serta mengalir. Ia membuka rahasia dari orang-orang biasa yang tidak dipedulikan manusia kebanyakan. Namun memiliki sisi kejeniusan abadi.

Bhima Yudhistira

Formaturiat LAPMI PB HMI