HMINEWS.COM

 Breaking News

Partai Islam di Kancah Nasional

April 12
10:43 2014

Partai Islam di Pentas Nasional

Delian Noor

 

“Tidak bisa disangkal bahwa berbagai keputusan politik berskala nasional di masa lampau, khususnya pada masa revolusi kemerdekaan dan masa demokrasi parlementer, banyak merupakan hasil kerja orang-orang partai. Meskipun di sisi mereka mustahil kita abaikan prestasi non-affiliated intellectuals dan kalangan tentara. Dan dengan menyebut partai, mustahil pula menutup mata terhadap peranan partai-partai Islam seperti Masjumi, PSII, NU, dan Perti.

Deliar Noer melakukan studi mengenai pasang-surut partai-partai Islam sebatas 1945-1965, terutama menyangkut peranan dan organsisasi partai-partai tersebut. Kajian dan telusurannya mau tidak mau membeberkan konflik-konflik yang terjadi antarpartai dan intrapartai. Dan tokoh-tokoh yang memang menonjol dalam keputusan dan peristiwa politik penting ditampilkan dominan.”

Buku yang merupakan masterpiece dari alumni Himpunan Mahasiswa Islam, Deliar Noer patut dibaca oleh seluruh kalangan intelektual di Indonesia, ahli sejarawan dan mereka yang ingin membaca lebih dalam peran partai Islam dalam percaturan politik di Indonesia.

Dalam buku ini, Deliar mencoba membahas secara rinci kebangkitan Masjumi dengan segala intrik politiknya hingga masa kejatuhannya saat Masjumi di cap anti Pemerintahan Soekarno dan dikaitkan dengan peristiwa PRRI/Permesta. Perpecahan di dalam Masjumi pun dibahas, seperti perbedaan pandangan antara Natsir dan Sukiman. Natsir telah mempelajari Islam dengan dalam; ia termasuk ulama juga. Ia bergabung dan menjadi eksponen Persatuan Islam di Bandung di masa mudanya, dan sering menjadi pejuang pahamnya pada berbagai kesempatan. Adakalanya pada waktu sebelum Perang itu ia turut serta mewakili organisasi nya berdebat dengan pihak NU yang antara lain diwakili oleh Kiai Wahab, tokoh yang pada tahun 1952 menghendaki agar pos menteri agama diserahkan kepada NU.

Buku setebal 493 halaman yang diterbitkan Grafiti Pers ini merupakan tesis yang diajukan di Universitas Cornell, Amerika Serikat. Jika membaca buku ini secara tutas, pembaca akan mendapatkan kesimpulan bahwa perpecahan merupakan masalah serius umat Islam, dan menjadi refleksi bagi partai-partai Islam hari ini yang berebut kuasa atas nama faham, aliran dsb untuk mendapatkan massa. Perbedaan antara partai Islam hari ini dan partai Islam di zaman kemerdekaan terlihat jelas. Jika partai Islam hari ini berdebat soal anggaran, partai Islam zaman kemerdekaan berdebat soal ide, pandangan tentang masa depan Indonesia.

 

Bhima Yudhistira

Formaturiat LAPMI PB HMI

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Facebook Kami

Dapatkan update berita kami

Terimakasih sudah berlangganan

Terjadi kesalahan.

About

Hminews.com adalah website media pergerakan anak muda masa kini. Kami mewartakan berita dan opini dari anak muda dari berbagi pergerakan mahasiswa. kirim artikel anda ke redaksi at hminews.com.