HMINEWS.COM

 Breaking News

Masih Krisis Listrik, Dugaan Korupsi Dahlan Harus Diusut

October 05
23:41 2013

HMINEWS.Com – Dugaan korupsi mantan Direktur Umum Perusahaan Listrik Negara (PLN) Dahlan Iskan terus menguat. Meski dalam raker dengan Komisi VII tahun 2012 Dahlan telah membantahnya sebagai inefisiensi, jumlah Rp37,7 triliun adalah jumlah yang fantastis dan harus diusut.

Desakan pengusutan temuan BPK tersebut makin menguat dengan adanya krisis listrik di berbagai daerah di Indonesia hingga akhir tahun 2013 ini, padahal Dahlan pernah menjanjikan tahun 2012 Indonesia bebas pemadaman listrik.

Terakhir, dua hari berturut-turut sejumlah elemen masyarakat mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar menangkap Dahlan Iskan yang sekarang menjabat Meneg BUMN tersebut. Hari Kamis (3/10) demo dilakukan masyarakat yang mengatasnamakan Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (Pekat Indonesia Bersatu), dan Jum’at (4/10) giliran Gerakan Mahasiswa Peduli Rakyat (Gempur) yang mendatangi KPK, menyampaikan tuntutan yang sama, malah ditamba dengan tuntutan hukuman mati buat Dahlan.

Massa dari Gempur menyatakan kegeraman mereka, sebab indikasi korupsi tersebut jumlahnya melebihi kasus Bank Century maupun kasus Nazaruddin dari Partai Demokrat yang hingga kini pun penanganannya oleh KPK belum tuntas. “Itu lebih gila daripada yang dilakukan Nazaruddin dari Partai Demokrat dan juga korupsi dalam kasus Bank Century,” kata aktivis Gempur, Ibnu Misbakhul Hayat saat berdemo di depan KPK, Jum’at (4/10/2013).

Sebelum itu, tanggal 21 Maret 2013 unjukrasa pernah dilakukan Serikat Pekerja PT PLN menuntut Dahlan Mundur dari jabatannya sebagai Meneg BUMN. Mereka menilai DI tidak amanah dan ingkar janji, karena dia yang menerbitkan berbagai macam aturan perusahaan secara sepihak dan sering mengabaikan Perjanijan Kerja Bersama (liputan6; 21/3/2013).

Sejak kepemimpinan Dahlan sebagai menteri BUMN juga banyak menimbulkan kekacauan dalam pengelolaan BUMN. Kondisi hubungan industrial di BUMN, khususnya di PT PLN pun memburuk. Dahlan juga dituduh menjual aset perusahaan-perusahaan yang tergabung di BUMN kepada pihak asing, dan hal itu dinilai melanggar UU Perbendaharaan Negara.

Kini Dahlan yang telah menjadi bakal calon presiden dan telah mengikuti konvensi Partai Demokrat pun kembali ditagih janjinya. Ketua DPR Marzuki Alie (1/10/2013) pun berbicara mengenai pemadaman listrik yang belakangan makin meresahkan.

“Tanya Dahlan Iskan, dulu berjanji 2012 bebas padam. Kita sudah mengeluarkan puluhan triliun bayar sewa genset. Rupanya jadi proyek sewa genset saja, bukan ditindaklanjuti bangun power plant yang murah,” ujar Marzuki.

Ketika menjabat Direktur Utama PLN, Dahlan pernah berjanji kepada rakyat Indonesia bahwa krisis listrik akan selesai paling lambat Juli 2011. Ia juga menargetkan akan membuat satu juta sambungan listrik baru di Indonesia,dan janji tersebut disiarkan meluas di mesia massa.

Setelah itu PLN langsung kebanjiran tambahan permintaan listrik baru, padahal, masalah krisis listrik belum bisa ditangani. Dahlan mengambil langkah pintas dengan menyewa genset secara besar-besaran kepada swasta.

Ia diduga bersama-sama dengan William Taylor, temannya, serta istri dan anak kandung Dahlan sendiri, mendatangkan genset bekas dari Cina senilai Rp 700 miliar, yang kemudian disewakan ke PLN tanpa prosedur lelang.

Selain dinilai melanggar UU dan PP tentang Pengadaan Barang dan Jasa, BPK menilai penggunaan genset sewa tersebut boros bahan bakar (tiga kali lipat batu bara atau gas) dan tarifnya mahal. Kerugian negara akibat kejadian tersebut mencapai Rp 37,7 triliun, yang menurut Dahlan adalah inefisiensi ketersediaan gas untuk PLN yang hanya sedikit hingga ia mengambil keputusan untuk menggunakan solar sebagai bahan bakar.

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

4 Comments

  1. independen
    independen October 06, 18:29

    penulis ini (redaktur) kurang cerdas dalam analisis dan kurang baca tentang Dahlan Iskan…. yg dibaca hanya sekilas dan negatifnya aja. Pendemo Abal-abal juga dibesar-brsarin…. Pantaslah kalau penulisnya juga disebut penulis abal-abal.

    Reply to this comment
  2. mantan aktifis
    mantan aktifis October 08, 22:37

    saya pikir kader HMI itu independen dan kritis, ternyata sangat dangkal dan sama sekali ga berkelas.

    Reply to this comment
  3. wong ndeso
    wong ndeso October 08, 22:47

    Apapun yg berbau dahlan iskan, akan disikkat habiss oleh HMI, soalnya menjadi salah satu kompetitor seniornya abang mahfudz. Salut utk solidaritasnya. HMI connection ternyata masih hebat. Cuma pesan satu hal, jangan membunuh akal sehat.

    Reply to this comment
  4. bighot dis
    bighot dis October 09, 01:00

    Bighot dahlan iskan selalu begitu, tidak pernah memberikan argumen yang padat. kuman-kuman tanpa data-data, pemuja daging yag menyedihkan.

    Reply to this comment

Write a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.