HMINEWS.COM

 Breaking News

Anies Baswedan: Saya Tetap Bagian dari HMI MPO

September 01
00:49 2013

Anies Baswedan bersama Suparman Parikesit dalam Syawalan Nasional Alumni HMI MPO 2013 (foto: Abdul Haris)

HMINEWS.Com – Alumni HMI MPO dan Rektor Universitas Paramadina, Anies Baswedan hadir dalam acara Syawalan Nasional Alumni HMI MPO di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Sabtu (31/8/2013). Ia menegaskan, kedatangannya bukan karena terkait konvensi atau pencalonan presiden, tetapi hal itu sudah menjadi agenda rutinnya tiap tahun.

“Saya datang ke Syawalan Nasional Alumni HMI MPO setiap tahun. Tidak ada hubungannya dengan pencalonan presiden. Tidak diundang pun saya datang,” kata Anis mengawali orasinya.

Anies pun menyebutkan, seperti Syawalan tahun lalu di Gatot Subroto, sebelumnya di Bidakara, maupun tahun-tahun yang lebih lama, dirinya selalu datang tak ketinggalan.

“Bukan karena konvensi. Saya adalah bagian dari HMI MPO dan akan selalu menjadi bagiannya,” tegasnya sekali lagi.

Adapun mengenai pilihannya sewaktu masih mahasiswa aktif di HMI MPO, sambil mengenang masa lalu ia bercerita.

Pilihan Perjuangan

Saat Anies menjadi mahasiswa, HMI yang didapatinya telah terbelah karena intervensi Orde Baru, dan HMI MPO adalah bagian yang tak diinginkan, dimusuhi negara. Perkaderannya sering dibubarkan oleh militer, personelnya dikejar-kejar, dan bahkan dalam even nasional seperti Kongres pun harus bersembunyi di pelosok daerah dan tanpa listrik.

“Saya beruntung bisa menjadi bagian dari HMI (MPO) ini, kenapa? Jika orientasinya kekuasaan, kira-kira pilih yang mana tahun 92, pilih  yang mana kalau tujuannya kekuasaan?”

“Kalau training dikejar-kejar, nyari uang setengah mati, di zaman  yang kalau, misalnya, mau ikut dalam sistem yang ada di Orde Baru, jalannya mudah. Tidak ada proses perjalanan tiket kok one way, hanya tiket berangkat, terus return ticket-nya gimana? ya berdoa dan berusaha.  Kami mengirimkan doanya, anda yang berusaha.”

Anis mengaku tidak bisa membayangkan kalau ke Afrika dengan tiket one way (hanya diberi tiket berangkat oleh organisasi, sedangkan kepulangan diusahakan sendiri), sebagaimana pernah dialami mantan Ketua Komisi Hubungan Internasional, Iwan, di masa itu.

“Masa itu adalah masa di mana pengalaman mengambil posisi bahwa tidak semuanya tentang kekuasaan, tapi ini tentang pilihan perjuangan. Ini bukan apa kata orang hari ini, tapi apa kata sejarawan di masa depan.”

Jika mau, lanjut tokoh yang masuk ke dalam seratus tokoh dunia tersebut, bisa saja dia memilih yang lain yang memberinya kesempatan kompromi dan dapat kesempatan lompat kekuasaan.

“Tapi yang dipilih justru jalur yang sulit, jalur yang berat, dan bagi yang menjalani hari ini, itu diceritakan dengan nyaman, tapi pada saat menjalaninya rekoso. Ya, mas Awalil nyeritain sekarang kan enak, zaman dulu nangis-nangis.”

Pilihan itulah yang menginspirasi Anies untuk tidak terlalu mempedulikan apa kata orang lain terhadap pilihan sadarnya. “Bukan apa kata orang hari ini, karena apa kata orang hari ini bervariasi, tapi yang penting penjelasan terbaik adalah perbuatan apa yang kita kerjakan sekarang.”

Fathur

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

1 Comment

  1. Darwono
    Darwono September 01, 05:41

    Benar Dr, Anies selalu datang. Kemarin rencananya saya datang setelah kantor DPP PBB terkait dengan pencalegan. Ternyata banyak hal yang harus dibicarakan dan gak bisa hadir di Alumni Syawalan HMI MPO. Melalui media ini saya mengucapkan “Taqobalallahu minna wa minkum” kepada sahabat semua. Dan sudah barang tentu juga Mohon Maaf lahir Bathin. Maaf ke pada Panitia sudah saya sampaikan ke Pak Awalil.

    Reply to this comment

Write a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.