HMINEWS.Com – Majelis Nasional Korps Alumni HMI (KAHMI) menganugrahkan penghargaan kepada tiga tokoh alumni HMI. Ketiganya adalah Dahlan Ranuwihardjo, Bustanul Arifin dan Agussalim Sitompul.

Disampaikan Koordinator Presidium Nasional KAHMI, Mahfud MD pada acara peringatan milad ke-47 tahun KAHMI di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Selasa (17/9/2013) malam.

“Mari kita teladani semangat juang para pendahulu dan senior-senior kita dengan darah ke-HMI-an, karena darah yang mengalir di tubuh itu akan membawa kita untuk terus berjuang dan berjuang bagi kebangkitan ibu pertiwi, Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Mahfud MD.

Dahlan Ranuwihardjo (1925-2001) adalah Ketua Umum Pengurus Besar HMI tahun 1951-1953. Dikenal sebagai tokoh Islam yang sangat nasionalis, dan peletak dasar hubungan yang harmonis antara HMI dengan pemerintah. Ia mempunyai hubungan baik dengan Presiden Sukarno, yang pada waktu itu HMI tengah mengalami tekanan untuk dibubarkan atas desakan dari Partai Komunis Indonesia (PKI) dan CGMI. Di tahun 2001, Presiden Megawati memintanya menjadi ketua panitia peringatan “Seratus Tahun Bung Karno.”

Prof. Bustanul Arifin, adalah seorang tokoh di bidang hukum yang mencetuskan lahirnya Undang-undang No 7 tahun 1989 tentang Peradilan Agama dan Instruksi Presiden No.1 tahun 1991 tentang Kompilasi Hukum Islam. Ia menjadi Ketua HMI Cabang Yogyakarta tahun 1952-1954 yang kemudian berkarir sebagai hakim. Ia mengakhiri karirnya setelah pensiun dengan hormat sebagai hakim agung pada Mahkamah Agung RI.

Agussalim Sitompul (1945-2013) dikenal sebagai sejarawan HMI dan menjadi salah satu tokoh HMI yang sangat mencintai HMI dan banyak menulis sejarah ke-HMI-an, bahkan gelar doktor dan professornya pun diraih dengan karya ilmiah tentang HMI. Mempunyai Pusat Dokumentasi HMI di rumahnya di Yogyakarta. Pernah menjadi Ketua Cabang Yogyakarta dan hingga akhir hayatnya tercatat sebagai dosen dan Guru Besar UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta.

Pada malam puncak resepsi HUT KAHMI tersebut, hadir sejumlah tokoh alumni HMI seperti Sulastomo (Ketua Umum PB HMI 1963-1966), Akbar Tanjung (Ketua Umum PB HMI 1971-1974), Jusuf Kalla, AM Fatwa, Priyo Budi Santoso, Irman Gusman, Viva Yoga Mauladi, dan tokoh non-HMI seperti Wiranto dan lainnya.