HMINEWS.Com – Jajaran Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI – MPO) dilantik. Pelantikan dilangsungkan di Student Center Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Ciputat, Ahad (1/9/2013).

Pejabat yang dilantik ada dari sembilan komisi yaitu: Komisi Pendidikan, Komisi Pembinaan Aparatur Organisasi, Komisi Kajian dan Kebijakan Strategis, Komisi Politik, Komisi Hukum dan Hak Asasi Manusia, Komisi Hubungan Internasional, Komisi Pemuda dan Mahasiswa, Komisi Lingkungan, serta Komisi Ekonomi. Ditambah Kesekretariatan Jenderal dan Bendahara Umum.

Pelantikan dilakukan oleh Ketua Umum PB HMI-MPO, Puji Hartoyo yang membacakan ikrar pelantikan dan diikuti semua pejabat yang dilantik tersebut. Sejumlah alumni tampak hadir dalam pelantikan tersebut, di antaranya, Kanda Suharsono, Syafinuddin Al Mandari, Syahrul Effendi Dasopang, Muhammad Chozin dan lainnya.

Sambutan-sambutan di antaranya disampaikan oleh panitia, Ketua HMI Cabang Jakarta Selatan, Puspita Siti Hajar sebagai tuan rumah pelantikan dan Fathurrahman eks Ketua Komisi Eksternal mewakili Pengurus Besar 2011-2013 yang telah demisioner, yang juga kemudian melakukan serah terima dengan Pengurus Besar Periode 2013-2015 yang diwakili Ketua Umum Puji Hartoyo, disaksikan

Dalam sambutannya, Fathurrahman menyampaikan sejumlah catatan; agar mengelaborasi hal-hal baik yang ada, mengubur konflik, terus mengokohkan konsolidasi – susuai tema pelantikan-, dan agar menjadikan pengalaman sebagai pelajaran supaya tidak mengulang-ulang kesalahan lampau.

Sedangkan Ketua Umum PB HMI periode 2013-2015 berpesan agar semua personel Pengurus Besar mengedepankan kepentingan HMI dan menghilangkan sekat-sekat primordial, jika masih ada.

Demi terwujudnya cita-cita bersama, kata Puji, makan PB akan merevitalisasi cabang-cabang, berusaha mengaktifkan kembali cabang yang nonaktif, termasuk badko-badko dan membentuk lembaga-lembaga yang dibutuhkan dalam HMI.

Periode ini, lanjutnya, mau tak mau HMI bersinggungan dengan kontestasi akbar perpolitikan nasional, maka dari itu HMI harus berperan aktif mengawalnya, “Agar proses yang sedang berjalan tetap pada relnya dan menghasilkan figur-figur dan sistem yang makin berkualitas dan mengedepankan kepentingan rakyat,” imbuhnya.

Tidak bisa ditampik juga bahwa banyak alumni yang akan bersaing dalam kontestasi politik, untuk itu Puji Hartoyo berharap agar mereka menjalankan politik dengan menjunjung tinggi nilai dan etika, serta tidak mengedepankan pragmatisme.

Suharsono, alumni yang merupakan salah satu aktor utama perumus Khittah Perjuangan, mengatakan bahwa untuk menjadi organisasi yang punya nilai lebih haruslah keluar dari pakem-pakem atau isu yang dilempar pihak lain, tetapi dengan menciptakan arus sendiri.