HMINEWS.Com – Dalam sejarah kenegaraan Indonesia, generasi muda bangsa khususnya pemuda Islam selalu dicatat sebagai aktor utama dalam dinamika sosial dan politik di negeri ini.  Seperti pada masa kolonialisme, generasi muda Islam yang terdidik dalam organisasi sosial, politik, ekonomi dan keagamaan tampil sebagai leader-leader bangsa seperti Soetomo, Soekarno dan Hatta.

Dalam konteks kekinian, peranan para pemuda Islam masih tetap diharapkan dalam melakukan perubahan sosial ke arah yang lebih baik. Hal ini disampaikan oleh ketua umum Pengurus Besar (PB) HMI MPO, Puji Hartoyo, di hadapan puluhan peserta Intermediate Training HMI Cabang Makassar yang berlangsung di Rumah Adat Sinjai, Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sabtu, (28/9).

Dengan membawakan materi bertema “Setting Gerakan Pemuda Islam dalam Misi Perubahan,” Puji Hartoyo mengajak para peserta untuk lebih peka melihat kondisi kebangsaan kini  yang dominan dikendalikan oleh negara-negara kapitalis.

“Pemuda harus menjadi aktor utama dalam perubahan, pemuda saat ini harus meningkatkan intelektualitasnya dan menjadi pemimpin agar para elit bangsa tidak hanya didominasi oleh orang-orang yang hanya  memiliki kemampuan financial,” ujar Puji.

Lebih jauh Puji menuturkan, di bawah kepemimpinannya PB HMI MPO saat ini mengangkat tema “Rekonsolidasi Nasional; ikhtiar menguatkan perkaderan dan intelektualisme HMI,” tema ini diharapkan mampu membawa perubahan baru bagi gerakan pemuda bangsa khususnya mahasiswa yang aktif di HMI.”Kita menginginkan HMI kembali memperhatikan kondisi kerakyatan,” paparnya. Sehingga, lanjut Puji, di tubuh struktur PB HMI MPO yang berusia sebulan sejak dilantik ini terdiri dari beberapa komisi yang lebih diharapkan bisa menjadi alat bagi penguatan di sektor kerakyatan.

“Misalnya kami membentuk komisi lingkungan hidup, komisi pendidikan, advokasi, komisi hukum dan HAM serta lain-lain sesuai kebutuhan organisasi,” ungkapnya di sela diskusi dengan beberapa pengurus HMI MPO cabang Makassar.

Abrar, buletinsia