HMINEWS.Com – Riset tentang jihadis movement (gerakan jihad) oleh profesor-profesor Barat, ujung-ujungnya hanya untuk jualan informasi dan masukan kebijakan bagi pemerintah dan korporasi. Mereka memanfaatkan isu jihad untuk meraih keuntungan dari negara dan korporasi, dengan berkedok sebagai lembaga riest dan penyedia jasa layanan keamanan.

Demikian diungkapkan Mantan Ketua Umum PB HMI MPO (2007-2009), Syahrul Effendi Dasopan kepada hminews, Kamis (19/9/2013). Menurut Syahrul, dalam isu ini ada sebagian kelompok internal negara-negara Barat mengambil kesempatan untuk memeras korporasi dan negara mereka. Layanan yang disediakan adalah sebagai berikut:

1. Penyediaan data untuk pemerintah dan korporasi.

Klien dari pemerintah maupun lembaga lain bisa memperoleh data terbaru perihal trend gerakan jihad global melalui penerjemahan dan analisis publikasi yang dikeluarkan gerakan-gerakan jihad di seluruh dunia. Memonitornya lewat internet dan media tradisional yang digunakan sebagai sarana propaganda dalam berbagai bentuknya seperti tulisan, video dan audio berisi pernyataan kepala-kepala gerakan jihad, rencana penyerangan, manual training, keluar-masuknya anggota dan sebagainya.

2. Untuk Individual

Menyediakan data monitoring individual berbiaya rendah bagi orang-orang atau lembaga yang ingin mempelajari atau mengetahui gerakan jihad di seluruh dunia. Data yang dihasilkan siap digunakan untuk pemerintah maupun korporasi dan pelanggan di seluruh dunia. Semua informasi paling anyar dari para pelaku atau anggota gerakan jihad mereka sediakan.

3. Riset dan Analisis yang disesuaikan dengan kebutuhan atau pesanan.

Misalnya untuk suatu industri di sebuah negara, maka akan diberi informasi  gerakan yang ada di wilayah tersebut, potensi ancamannya serta solusi yang ditawarkan.

4. Pendampingan investigasi, analisis forensik dan pakar.

5. Seminar dan Kuliah-kuliah gerakan jihad

Perlu Berhati-hati

Menyikapi kenyataan tersebut, Syahrul mengingatkan agar elemen gerakan Islam berhati-hati, karena bisa-bisa justru akan dimanfaatkan balik oleh Barat untuk kepentingan mereka, juga untuk mendikte sekaligus mempertahankan supremasi teknologi militer yang mereka punyai.

Pandangan Terhadap Gerakan Jihad

Gerakan-gerakan jihad di seluruh dunia, kata Syahrul, merupakan reaksi alamiah terhadap pemerasan Barat atas negeri-negeri Muslim.

“Gerakan ini sangat sadar atas strategi dan taktik imperialisme Barat. Jauh lebih cerdas dan potensial meruntuhkan dominasi Barat tersebut atas dunia dibanding varian gerakan Islam yang sebelumnya masih bercorak nasional,” lanjutnya.

“Saya kira ini merupakan respon terhadap situasi dunia yang makin menyatu (efek globalisasi) di mana Barat semakin mendikte di segala bidang kehidupan,” pungkas Syahrul.