HMINEWS.Com – PT Dirgantara Indonesia (PT DI) sedang mengembangkan pesawat berbadan ringan N219 sebagai regenerasi N250 yang pernah dirintis BJ Habibie tahun 90-an lalu. N219 akan menjadi produk unggulan yang dirancang dan dibuat 100 persen oleh putra-putri Indonesia di Bandung-Jawa Barat.

Menurut Direktur Utama PT DI, Budi Santoso, untuk bertahan maka PT DI harus berorientasi pasar dan tidak semata mengikuti kebutuhan pemerintah. Marketingnya pun harus benar-benar bagus supaya produk yang dihasilkan dapat terserap pasar.

“Kita harus berpikir market. Jadi, Jangan insinyur melihat ini bagus lalu kita bikin. Jadi bukan idealisme sebagai engineer tapi bagaimana kita berpikir pasar,” lanjutnya, Selasa (3/9/2013).

Sebagai kelanjutan dari N250, dalam pembuatan N219 tidak mendatangkan tenaga asing, tetapi dengan tenaga yang 100 persen Indonesia yang telah dididik dan dilatih para ilmuwan dan senior mereka di PT DI.

N219 nantinya akan menjadi pesaing pesawat Twin Otter yang telah dirancang sejak tahun 1960-an. Dengan desain dan teknologi terbaru, pesawat N219 akan mampu bersaing, apalagi kebutuhan wilayah Indonesia sangatlah besar terhadap pesawat berbadan kecil.

“Di Indonesia masih banyak tempat. Kenapa market Indonesia yang besar nggak dimaksimalkan. Market terbesar kedua Australia, kemudian di Afrika, dan lain-lain. Kita market terbesar jadi harus manfaatkan pasar besar ini,” katanya.

Dijelaskan pula, pesawat N219 akan diluncurkan pada akhir 2014 dan sudah ada sejumlah negara yang mulai melirik dan berminat membelinya.