HMINEWS.COM

 Breaking News

Perwakilan HMI beri Sambutan di Muktamar PKPIM

September 10
11:18 2013

HMInews.com, Kuala Lumpur- Setelah acara Global Islamic Resurgence berakhir, panitia PKPIM (Persatuan Kebangsaan Pelajar Islam Malaysia) meminta kepada perwakilan PB HMI (Bhima Yudhistira) untuk memberikan sambutan di depan peserta Muktamar ke-52 Majlis Perhimpunan Agung Tahunan PKPIM yang diselenggarakan di auditorium UNISEL (University of Selangor), Malaysia. Peserta sidang berjumlah 71 orang, hampir 60% lebih adalah mahasiswi dari berbagai Universitas di Malaysia.

Dalam Muktamar tersebut dibahas Laporan Pertanggung Jawaban, Usulan dari peserta, dan Pelantikan pengurus baru. Perwakilan PB HMI diminta untuk memberikan gagasan tentang kondisi gerakan Islam di Indonesia, dan sejarah hubungan antara HMI dan PKPIM.

Dalam kesempatan tersebut, perwakilan PB HMI mengatakan bahwa “antara HMI dan PKPIM sudah terbangun jalinan seperti saudara, kita sama-sama bergerak di area student movement, perlu dicatat bahwa dalam sejarah gerakan tahun 80-an, Anwar Ibrahim pun pernah ikut training HMI di Indonesia (disambut tepukan peserta), oleh karena itu kami akan selalu mendukung saudara kami di Malaysia, termasuk pembangkang yang berada di garis oposisi pemerintah. Selain itu proses perkaderan kami hampir sama dengan di Malaysia, biasanya dari PII beberapa anggota akan bergabung ke HMI saat menjadi mahasiswa, lalu setelah menjadi alumni bergabung di KAHMI, begitupun saya lihat di Malaysia, ada PKPIM, ABIM dan WADAH”

Mengenai kondisi gerakan mahasiswa Islam di Indonesia, “HMI mungkin perlu belajar ke PKPIM atau ABIM (Angkatan Belia Islam Malaysia), kecenderungan anggota HMI untuk memasuki arena politik terlalu dominan, dibilang hebat bisa menjadi anggota legislatif, atau calon presiden, hal ini berbeda dengan teman-teman PKPIM, ada yang berkarya di non-partisan, masuk NGO, buat community development, walaupun ada juga yang aktif di partai. Kita perlu saling bertukar pikiran dan ide, terkait mesir, suriah kita perlu bersikap bersama. Teman-teman di Malaysia sudah lebih dulu bergerak, sekarang giliran Indonesia, mau melakukan apa?”

Acara Muktamar PKPIM memang sedikit unik, jika Kongres HMI dimulai dari pagi atau sore, acara Muktamar PKPIM dibuka jam 9 malam. Namun peserta tetap antusias, termasuk peserta perempuan yang berdesakan di aula auditorium. Sidang 1 selesai pukul 11 malam. 2 jam namun sangat efektif. Berbeda dengan HMI yang memiliki budaya debat argumentasi sangat kental hingga kongres terkadang sampai pagi hari, di Malaysia, bahkan organisasi mahasiswa pun patuh terhadap adat melayu, santun dalam berbicara namun kata-katanya sangat menyakitkan apabila melakukan kritik. “semarah-marahnya kami, walaupun hati penat, kami akan diam, atau jika berbicara seperti pisau, halus tapi tajam” kata seorang peserta Mukatamar.

Hal tersebut yang sekiranya menjadi catatan-catatan kecil untuk menunjukkan ke akraban dua gerakan besar di masing-masing negara, Indonesia dan Malaysia. Tahniah untuk PKPIM

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.