HMINEWS.COM

 Breaking News

Laporan dari Malaysia: Global Islamic Resurgence

September 10
10:18 2013

 HMInews.com, Kuala Lumpur- Pada tanggal 7-8 September 2013, PKPIM (Persatuan Kebangsaan Pelajar Islam Malaysia), ABIM (Angkatan Belia Islam Malaysia), dan WADAH menyelenggarakan sebuah perhelatan akbar pertemuan NGO dan Pelajar Islam seluruh dunia di Shah Alam, Malaysia. Acara ini dihadiri oleh berbagai elemen penting dalam gerakan Islam, seperti Jamaat et-Islami Bangladesh, HMI, Ikhwanul Muslimin Mesir, NGO di Tunisia, Palestine cultural organization in Malaysia, Partai Freedom and Justice Mesir, Mujahidin Malaysia, dan lainnya.

Acara ini sangat penting mengingat eksalasi di negara-negara Muslim Timur Tengah meningkat. Anwar Ibrahim dalam pembukaan acara tersebut mengingatkan bahwa intervensi serangan militer AS ke Suriah akan memperburuk keadaan, selain itu Mesir maupun Suriah harus meniru transisi damai seperti yang dilakukan Erdogan di Turki. “Penggunaan kekerasan akan memperparah keadaan” seru Anwar . Tokoh-tokoh penting gerakan Islam seperti Din Syamsuddin (Muhammadiyah) turut menjadi pembicara dalam konferensi akbar tersebut. Din menyebutkan kelemahan gerakan Islam di Indonesia yang masih terpaku pada hal-hal politik. Hal ini kemudian yang membuat gerakan Islam lemah dan masuk ke dalam lingkaran korupsi.

Selanjutnya, Abu Muslim Omar (Palestine Cultural Organization in Malaysia) menyampaikan pandangannya tentang krisis yang melanda Suriah secara tidak langsung mengalihkan perhatian aktivis Islam dari Palestina yang sebenarnya tidak lebih baik dari Suriah, pembangunan 1.000 rumah baru di Gaza dan tepi barat, serta penangkapan aktivis Palestina oleh tentara Israel harus ditanggapi serius oleh dunia Islam. Namun keberhasilan revolusi di Suriah pada akhirnya akan berdampak pada pembebasan di Palestina. “I heard that, why America will strike Suriah? Because they fear after Suriah rebel win, the next battle will be in Masjidil Aqsha!”. Hadirin menyambut dengan tepuk tangan yang meriah. Suriah dan Mesir menurut Omar merupakan pintu gerbang terdekat dari pembebasan Palestina, hal ini yang membuat dunia Barat berniat melakukan serangan sebelum jatuh ke tangan aktivis Muslim.

Pembicara yang mewakili perspektif non-Muslim, Douglas Thompson (jurnalis, penulis biografi Youseff Nada-Inside Ikhwanul Muslimin) juga hadir memberikan ceramah terkait buruknya citra Muslim di mata Barat, hal ini yang kemudian perlu diperbaiki dalam rangka dakwah. “Nowadays, all about Marketing, you can sell anything, especially Muslim idea to the west” kata Douglas. Dengan pencitraan yang baik, maka Barat akan menerima Islam sebagai agama yang ramah dan damai.

Dr. Ahmad Totonji (pendiri IIFSO-International Islamic Federation of Student Organization) mengatakan dalam orasinya, “Mesir dan Suriah membutuhkan dukungan dari seluruh elemen pelajar Islam di seluruh dunia, kita harus melakukan sesuatu” serunya. Dr. Ahmad Totonji memang bukan pemain baru dalam dunia gerakan Islam. Dia telah berceramah di lebih dari 100 negara tentang gerakan pemuda/pelajar Islam, termasuk membentuk Muslim Student Organization di Inggris dan AS.

Acara yang berlangsung dari pukul 08.00-17.00 (waktu Malaysia) memberikan sebuah statemen tegas terhadap isu terbaru di dunia Islam. Jufitri Joha, bidang internasional ABIM di akhir acara menyampaikan resolusi yang berisi:

  1. Memperkuat gerakan Islam melalui jaringan aktivis di sosial media
  2. Membuat gerakan bersama untuk menyelesaikan konflik di dunia Islam, contoh: R4BIYA (solidaritas mesir)
  3. Membangun aliansi yang kuat antara NGO Islam se dunia
  4. Melakukan dialog dengan berbagai pakar good governance baik Muslim maupun Non-Muslim sebagai alternatif wacana globalisasi
  5. Memperkuat sistem pendidikan berbasis agama, untuk menanggulangi bahaya Liberalisme dan Sekularisme.

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.