HMINEWS.COM

 Breaking News

Negara Tidak Beres Karena Hukum Jadi ‘Industri’

September 17
17:05 2013

HMINEWS.Com – Di negeri ini hukum dan keadilan harus dibeli jika ingin selamat atau agar terbebas dari hukuman, termasuk terhadap tuduhan atas suatu perbuatan yang tidak dilakukan. Sebab, hukum sudah menjadi industri tersendiri, dengan perkara yang dicari-cari atau diada-adakan, dengan sidang rekayasa dan aparat hukum yang bekerja sesuai keinginan para pembayarnya.

Demikian disampaikan Budayawan Jaya Suprana, salah satu pembicara dalam seminar “Supremasi Hukum untuk Kemakmuran” yang diselenggarakan dalam rangka peringatan 47 tahun Korps Alumni HMI (KAHMI) di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Selasa (17/9/2013).

Jaya Suprana berbicara pengalaman pribadinya di masa lalu, ketika harus berurusan dengan hukum, ketika perusahaannya digugat dengan kasus yang tidak jelas, namun pengadilan memenangkan penggugat dan Jaya Suprana harus membayar ganti rugi Rp 2 miliar.

Pengusaha jamu yang juga penggagas Museum Rekor Indonesia (MURI) tersebut kemudian bertanya kepada majelis hakim, apa kesalahannya, tetapi tidak pernah ada jawaban kecuali jawaban “Pokoknya anda bersalah dan harus menerima keputusan hukum.” Kemudian ia baru tahu bahwa ia bisa mengajukan banding ke tingkat yang lebih tinggi, namun ternyata kalah lagi dan malah vonis hukuman yang diterima lebih berat.

Lantas, seorang koleganya, yang ia sebut ‘iblis juru selamat’ datang menawarkan bantuan, bahwa untuk memenangkan perkara, maka harus berani membayar lebih tinggi dari pihak lawan, dan benar adanya ia pun kemudian menang.

Sebagai pendamba keadilan di Indonesia, lanjut Jaya Suprana, ia berharap Indonesia ke depan dipimpin oleh orang yang mengerti hukum, beritikad baik dan punya keberanian mengubah tatanan menjadi lebih baik. Sedangkan ketika bicara soal figur, Jaya Suprana lebih condong jika yang menjadi presiden RI nanti adalah Mahfud MD.

“Menjadi Ketua MK saja sudah banyak menghasilkan perubahan, apalagi jadi presiden,” ungkapnya.

Mahfud MD, menurutnya lebih baik dan lebih pas daripada Jokowi, sebab lebih tahu hukum dengan ‘rimba belantaranya.’

Tags
Share

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.