HMINEWS.COM

 Breaking News

KOHATI Makassar Berbagi Dengan Masyarakat Pemulung

September 18
19:10 2013

HMINEWS.Com – Mengenang 47 tahun kelahiran KOHATI (17-9-1966 s/d 17-9-2013), Korp HMI-wati (KOHATI-MPO) Cabang Makassar melaksanakan kegiatan sosial bersama masyarakat pemulung yang ada di Jalan Hertasning Baru, Selasa (17/9/2013)

Pelaksanaan kegiatan Milad KOHATI ini dirangkaikan dengan kegiatan sosial bertema ‘’KOHATI Berbagi; Aktualisasi Sosok Mar’atussoleha dalam Menumbuhkan Rasa Kepekaan Sosial.’’ Tema ini mengandung makna mendalam bagi kader-kader kohati sebagai ajang refleksi diri baik secara individu maupun secara kelembagaan.

Kader-kader KOHATI perlu berhijrah dari ‘’diri yang eksternal’’ ke ‘’diri yang internal’’ sembari merenungkan sejauh mana kebermanfaatan diri terhadap orang lain atau masyarakat sebagai aktualisasi citra diri KOHATI.

Lebih daripada itu, usia KOHATI yang telah mencapai angka ke-47 juga perlu mempertanyakan kembali, apa yang telah dilakukan? Sebagai sumbangsih terhadap perbaikan tatanan masyarakat menuju tatanan masyarakat yang dicita-citakan yakni tatanan masyarakat yang diridhoi Allah SWT.

Menurut Jusnawati, S.Sos, selaku ketua umum Korp HmI Wati MPO Cabang Makassar, kegiatan Milad KOHATI yang dirangkaikan dengan kegiatan sosial ini dimaksudkan sebagai rekayasa dan konsolidasi keilmuan kader KOHATI, sekaligus menemu-kenali epistemologi Sosok Ma’atussoleha secara aktual yang tidak hanya bergelut dalam konsepsi atau dialektika pemikiran saja.

Peringatan kelahiran KOHATI yang penuh dengan nuansa kebahagiaan ini juga berhak dirasakan oleh masyarakat pemulung, masyarakat yang masih sangat membutuhkan uluran tangan baik secara materil maupun secara keilmuan dan spiritual.

Terkait dengan tema, Sri Rahayu Kaimudin selaku ketua panitia juga turut berkomentar. Sesuai dengan apa yang telah dikemukakan oleh ketua umum KOHATI juga tidak jauh berbeda dengan apa yang diungkapkan oleh ketua Panitia. Di mana tema tersebut dimaksudkan sebagai upaya aktualisasi citra diri kader KOHATI, salah satunya adalah hadirnya tanggungjawab sosial bagi diri kader untuk turut berpartisipasi dalam hal penyadaran masyarakat dan uluran bantuan dalam bentuk materiil.

Kegiatan milad KOHATI ini diselenggarakan di salah satu rumah Pemulung yakni Daeng Rosi. Kegiatan ini dihadiri sekitar 50 orang anak-anak dan 50 orang dewasa termasuk orang tua anak. Beberapa rangkaian inti yang dilaksanakan yakni doa bersama untuk KOHATI, lomba menghafal surah-surah pendek, penyerahan sumbangan dari KOHATI kepada masyarakat pemulung dan Hadiah kepada adik-adik pemenang lomba, serta membagikan makanan kepada masyarakat pemulung. Meski tampak sederhana, tapi diselimuti dengan suasana yang ramai, penuh hikmat, dan semangat antusias dari masyarakat.

Pada kesempatan ini juga pengurus KOHATI sempat berbincang-bincang dengan masyarakat pemulung, hal yang sangat menyayat hati ketika mengetahui bahwa mereka sebenarnya adalah masyarakat urban yang mencoba untuk mengadu nasib di kota makassar karena kehidupan di kampung yang tidak mendukung secara ekonomi.

Di kota Makassar ini mereka juga telah sering berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lainnya disebabkan karena tanah yang pernah mereka beli ternyata adalah tanah sengketa. Hal ini sekiranya perlu mendapatkan perhatian dari pihak pemerintah.

Selain itu dari 50 jumlah anak yang tinggal di tempat itu, 30% putus sekolah dan 20% tidak sekolah disebabkan karena ketidakmampuan dari orang tua anak untuk membiayai biaya sekolah mereka. Pemerintah seharusnya lebih peka dan agresif dalam melihat kondisi masyarakat yang seperti ini dengan melakukan pemberdayaan terhadap masyarakat yang berprofesi sebagai pemulung di kota Makassar.

Banyak hal-hal dan pelajaran baru yang ditemukan kader KOHATI selama prosesi kegiatan ini. Bagi para pengurus Korp HmI Wati MPO Cabang Makassar, kegiatan ini tidak hanya sebagai seremonial belaka bersama masyarakat pemulung dalam mengenang kelahiran KOHATI tetapi lebih kepada pemaknaan yang lebih luas dan mendalam bagi kader KOHATI untuk selalu bergerak dalam ‘’proses mengada’’ (Existential becoming) yang selalu dalam arah kesempurnaan menuju Tuhan. (Jusnawati, buletinsia)

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.