HMINEWS.Com – Sejak hari pertama pekan ta’aruf  mahasiswa baru Universitas Ibnu Khaldun (UIKA) Bogor sudah dibanjiri berbagai stand organisasi intra dan ekstra kampus. Sekitar 2000 mahasiswa baru menjadi ‘buruan’ berbagai organisasi untuk direkrut menjadi anggota baru.

Berbagai strategi dilakukan bukan saja hanya mendirikan stand di halaman kampus, mereka para pegiat organisasi tersebut juga masuk menjadi panitia pekan ta’aruf.

Santi Januar, Bendahara Umum HMI MPO Komisariat UIKA Bogor, mengakui pendirian stand-stand dalam masa ta’aruf memang lazim dilakukan setiap tahun untuk rekrutmen anggota baru, tetapi selain hal itu, ada cara lain yang ditempuh yaitu dengan menjadi panitia ta’aruf, bahkan menjadi pendamping kelompok mahasiswa baru selama masa pengenalan kampus tersebut.

“Ada strategi persuasif kader HMI yang menjadi panitia ta’aruf bahkan kebanyakan menjadi pendamping kelompok mahasiswa baru selama pekan taruf universitas dan fakultas, Hari ini sudah lebih 20 orang yang minat dan mengisi formulir LK1,” ujar Santi, Sabtu (7/9/2013).

Menurut Santi, keadaan tersebut memberikan gambaran bahwa strategi rekrutmen kader baru berjalan baik walau dalam rekrutmen kader, Komisariat UIKA tidak menetapkan target jumlah kader baru.

Ketua Bidang PKPAO HMI-MPO Cabang Bogor Heru Jauharudin menjelaskan,  regenerasi ini merupakan jalan untuk melahirkan intelektual muda yang tangguh, bukan hanya secara akademis, tetapi juga sebagai inteletual muda Islam yang memiliki altruisme tinggi. Kata Heru, untuk menarik minat mahasiswa baru, ada motto, slogan dan simbol perjuangan yang diusung, yang biasanya ‘menggelitik’ idealisme mereka sehingga tertarik dan bergabung dengan HMI.

“Calon intelektual muda, mahasiswa baru basanya tertarik dengan slogan yang mengandung arti yang mendalam,” ujarnya.

Heru berharap tahun ajaran baru di berbagai perguruan tinggi atau universitas di seluruh Indonesia jangan disia-siakan. Level organisasi yang bersinggungan langsung dengan mahasiswa, yaitu komisariat, harus memberikan pencerahan ideologis dan intelektual kepada mahasiswa baru, dengan harapan masa depan dapat dimenangkan melalui kader-kader intelektual yang militan dan berintegritas.

Asep Kurnia