HMINEWS.Com – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyatakan, ke dalam kita (bangsa Indonesia) berkompetisi, tetapi begitu ke luar kita satu. Demikian SBY menyinggung persaingan politik jelang Pilpres 2014.

SBY menyebut agenda kenegaraan dalam waktu dekat, dirinya akan mewakili Indonesia dalam forum G-20 di St Petersburg-Russia.

“Kalau kita sudah berada di forum dunia itu, yang ada adalah Merah Putih. Oleh karena itu, mari kita satukan jiwa kita, pikiran kita, hati kita, untuk ke dalam kita berkompetisi demi kebaikan, tetapi  keluar kita satu, untuk memajukan negeri ini, dan tampil terhormat di pentas dunia,” ujarnya dalam Silaturahmi Kebangsaan yang diadakan Partai Golkar di Hotel Shangri La, Jakarta, Senin (26/8/2013).

Silaturahmi Kebangsaan yang diselenggarakan DPP Partai Golkar dihadiri para petinggi partai politik di Indonesia.  Selain jajaran pengurus DPP Partai Golkar, mereka yang hadir di antaranya Presiden Partai Keadilan Sejahtara (PKS) Anis Matta, Ketua Umum Partai Gerindra Suhardi, Ketua Umum Partai Hanura Wiranto, Ketua Harian Partai Demokrat Syarif Hasan, dan Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) MS Kaban.

Dukung Siapapun Presiden Terpilih

SBY menyatakan siapapun presiden yang terpilih pada Pilpres 2014 mendatang harus didukung seluruh rakyat Indonesia.

“Saya mengajak saudara semua, dan seluruh rakyat Indonesia, marilah nanti kita dukung siapapun yang memimpin negeri ini, serta pemerintahan yang dibentuknya. Akan indah negeri kita manakala siapapun yang memimpin mendapatkan dukungan dari seluruh rakyat Indonesia,” kata Presiden SBY dalam sambutannya pada Silaturahmi Kebangsaan yang diadakan Partai Golkar di Hotel Shangri La, Jakarta, Senin (26/8/2013) malam.

SBY menjelaskan, jika Pilpres berlangsung satu putaran, maka Juli 2014 sudah akan ada presiden baru, sebaliknya jika berlangsung dua putaran, maka Indonesia akan punya presiden baru pada awal Oktober.

Menurut SBY, tugasnya sebagai pemimpin yang insya Allah akan mengakhiri tugas sebagai Presiden hanya 3 (tiga), yaitu: Pertama, ia akan menyambut kehadiran pemimpin kita yang baru, welcome.

Kedua, ia akan serah terimakan urusan pemerintahan dan negara ini kepada pemimpin baru. “Tentu saya sampaikan agenda prioritas kebijakan-kebijakan dasar yang dilaksanakan oleh kita semua hingga hari ini. Barangkali ada gunanya, paling tidak untuk perbandingan,” papar SBY.

Sedangkan yang ketiga, menurut Presiden SBY, ia akan berdoa semoga beliau (pemimpin baru) sukses memimpin kita semua nanti, lebih sukses dibanding sekarang ini.

“Dan tentunya, disamping saya berdoa untuk beliau, saya juga ingin memberikan bantuan kalau bantuan itu diminta. Bantuan dalam arti semoga sukses di dalam memajukan bangsa kita, dan kemudian juga bisa menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya,” terang Presiden SBY.