HMINEWS.COM

 Breaking News

Kuatkan Pemain Lokal untuk Ekonomi Kuat Berkelanjutan

August 29
20:44 2013

HMINEWS.Com – Menyusul gejolak ekonomi yang melanda Indonesia, ekonom CISFED (Center for Islamic Islamic Studies in Finance, Economics, and Development), Farouk Alwyni menyarankan penguatan ekonomi dengan menguatkan pemain-pemain lokal.

Real investment; direct investment, pasar modal, harus lebih diarahkan ke pemain-pemain lokal. Pemain asing saat ini masih dominan 60-70 persen di saham obligasi kita, jadinya mereka punya pengaruh besar terhadap ekonomi kita,” ungkap Farouk kepada hminews, Kamis (29/8/2013).

Menurutnya, akibat pengaruh ekonomi global, pemain-pemain asing yang sebagian besarnya berasal dari Amerika Serikat tersebut melarikan uang ke negara mereka dan akibatnya nilai tukar Rupiah makin merosot.

Kondisi saat ini menurutnya, tidak seburuk yang terjadi pada tahun 98 yang konglomerasinya begitu parah. Sekarang usaha kecil mikro lebih baik, meski masih harus terus ditingkatkan. Farouk setuju dengan langkah yang ditempuh pemerintah menaikkan BI rate 7 persen seperti sekarang.

Beberapa Kesalahan Pemerintah

Farouk mengungkapkan, inflasi yang terjadi sekarang ini tidak lepas dari kebijakan pemerintah beberapa waktu lalu seperti pencabutan subsidi BBM pada waktu yang tidak tepat; menjelang bulan puasa, lebaran dan musim masuk sekolah.

“Pencabutan subsidi ikut berkontribusi: watunya tidak tepat; bulan puasa, lebaran dan masuk sekolah. Sekarang berdampak inflasi, harga-harga naik Rupiah jadi lemah.”

Seharusnya, saran Farouk, pemerintah tidak usah terlalu fokus pada pencabutan subsidi, tapi reformasi sektor Migas, mempermudah investasi, dan pihak-pihak ketiga dalam pembelian migas harus diinvestigasi karena telah mengakibatkan BBM mahal.

“Jangan main subsidinya, tapi reformasi yang komprehensif,” tegasnya.

Farouk yang semasa kuliah pernah tergabung sebagai pendiri FKMIJ (Forum Komunikasi Mahasiswa Islam Jakarta) tersebut menegaskan civil society harus terus dikuatkan karena hal itu pula yang menguatkan bangsa dan negara sehingga tidak mudah terkena gonjang-ganjing seperti saat ini. Selain tentu saja penegakan hukum, reformasi birorasi, akuntabilitas penggunaan pajak dan pemberantasan korupsi harus berjalan seiring.

Mengenai kemungkinan dampaknya terhadap situasi politik yang disebutkan bisa berpengaruh terhadap kepemimpinan Presiden SBY yang diprediksi tidak bakal sampai 2014, Farouk mengatakan tradisi semacam itu tidak sehat bagi dalam iklim demokrasi. “Sebaiknya tidak sampai sejauh itu karena bisa menimbulkan instabilitas.”

Di Indonesia, kata dia, sudah harus berbicara sistem, bukan melulu tentang figur. “Dahulu kita turunkan Suharto, tapi Suharto jatuh, orang-orang yang menggantikannya itu-itu juga, sama saja,” ungkapnya.

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.