HMINEWS.COM

 Breaking News

Wawancara Ketua Umum PB HMI 2013-2015

July 11
13:45 2013

 

“Bisa besar ya di perkaderan, kualitas orang HMI ada di perkaderan. Jika kualitasnya bagus, maka akan melahirkan orang-orang besar”

Puji Hartoyo (2013)

Mengawali kepengurusan menjadi Ketua Umum PB HMI memang cukup berat, namun dengan senyum dan optimisme mas Puji Hartoyo atau yang akrab dipanggil Oji menyempatkan diri untuk melakukan wawancara dengan HMI news.com di rumahnya. Berikut kutipan wawancara singkat dengan mas Oji.

B: Motivasi awal mas Oji (Puji Hartoyo) masuk HMI apa?

O: Jadi dulu saya masuk HMI tahun 2004, dua bulan setelah saya masuk menjadi mahasiswa baru di UII. Latar belakang ketertarikan saya karena banyak saudara saya yang masuk HMI. Om saya, sepupu, mereka masuk HMI. Pada kesempatan yang sama, mereka itu pada saat masuk lalu menjadi ketua komisariat, ketua korkom. Jadi waktu itu saya kira HMI itu organisasi yang baik, memiliki nilai lebih dalam meningkatkan kualitas orang. Dulu om dan sepupu saya pendiam, tapi ketika masuk HMI bisa menjadi orang-orang hebat, ada yang jadi ketua senat juga.

Saya dulu awalnya dari pondok pesantren krapyak (Yogyakarta), yang notabene kultur pondok itu kan kurang ilmu sekuler-nya. Karena minim ilmu sekuler itu, pemahaman saya terhadap ilmu yang realistis itu kurang. Lalu saya mengupgrade diri agar memiliki wawasan yang luas, 2 bulan setelah masuk mahasiswa baru, saya masuk HMI. Saat di LK (Latihan Kader) I, ada sisi positifnya, saya yang dulu pendiam mulai berani berbicara. Di HMI juga saya ditantang untuk membaca buku dan berpikir kritis. 5 bulan setelah LK I saya ikut LK II, kemudian ikut SC (senior course), kemudian saya dipilih untuk menjadi ketua komisariat FE UII.

B: Adakah pengalaman saat menjadi ketua Komisariat FE UII yang paling berkesan?

O: Dulu saya pernah ikut OSIS di SMP dan jadi ketuanya, OSIS itu tidak terlalu serius seperti HMI. Kemudian waktu SMA saya masuk di forum santri. Isinya hanya ajang seremonial belaka, ada halal bihalal ya sekedar kumpul.

Tidak banyak tambahan ketika di OSIS dulu, tapi ketika di HMI, saya belajar mulai dari wilayah akademik, sosial maupun pengkaderan. Sejarah juga telah membuktikan dari tahun 1947 HMI telah menjadi organisasi yang besar.

Saya mulai banyak tantangan ketika jadi ketua komisariat, ada konflik, dan silang pendapat yang menuai perseteruan. Sampai saya tidak bisa ambil sikap sendirian. Saya mencari bantuan dari orang-orang paska struktur seperti mas Alex, mas Sunarimo Darmadji atau mas Aji. Tanpa mereka itu mungkin egoisme kader saat itu tidak bisa cair. Karena masih muda mungkin egonya masih kental.

B: Jika dimasukkan ke dalam konteks saat ini, ketika di dalam kepengurusan PB HMI terjadi konflik apa alumni juga akan dilibatkan?

O: Saya rasa kematangan kader di PB pun berbeda. Konfliknya bukan ego, tapi kepentingan. Ada kesepakatan-kesepakatan tertentu yang bisa dicari untuk menyelesaikan konflik.

B: Soal terjadinya konflik antara Cabang HMI di Barat dan Timur, apa solusinya?

O: Ada semacam primordialisme, ada front Timur dan Barat (walaupun saya tidak suka istilah itu). Di beberapa periode pernah terjadi. Misalnya Barat mengusung sesuatu (ide atau calon ketua PB), kemudian Timur menolak. Ada semacam solusi, saya sempat mengobrol dengan teman-teman dari Timur. Ada Fauzan, dkk. Di Barat ada Rita, dkk. Tidak sehat ada blok Timur-Barat. Toh, saat aksi mereka saling membutuhkan, saya rasa tidak ideal lagi ada blok Timur-Barat. Sekalipun ada beberapa Cabang yang lebih unggul secara struktur, dan pengkaderan. Tapi jangan dijadikan sekat.

B: Kemudian ketika konflik antara Timur-Barat itu, KAHMI bisa dilibatkan tidak?

O: Tidak perlu, karena KAHMI domainnya bukan di wilayah struktur,. Kalo menurut saya KAHMI tetap dibutuhkan untuk memberikan bimbingan. Tapi dalam sebuah kasus, KAHMI tidak perlu jadi mediator.

B: Mengapa hubungan Cabang dengan PB beberapa tahun ini renggang?

O: Karena pada wilayah formil jarang adanya koordinasi. Disisi yang lain secara kultural juga kurang. Solusinya, kita kedepan akan sering mendiskusikan hal-hal tentang perkaderan. Jadi ada sinergi gerakan, PB punya visi, visi itu harus diturunkan ke Cabang. Berikutnya yang harus dilakukan adalah perbanyak kunjungan ke Cabang-Cabang.

B: Bukannya mas Oji juga bekerja di Jakarta, bagaimana membagi waktu dengan kunjungan yang banyak itu?

O: InsyaAllah bisa. Jadi saya garis bawahi, kalau ketua PB ada halangan, bisa diwakilkan oleh pengurus lainnya. Sebulan 3-4 kali kunjungan. Saya juga bekerja agak fleksibel, saya bukan PNS, saya staff fungsional di Komisi Penyiaran. Jika tidak ada acara saya bisa izin.

B: Kira-kira ada rencana untuk mendirikan Cabang baru?

O: Ada, yang nanti coba akan didiskusikan dengan teman-teman Badko. Di wilayah Timur ada beberapa, di Barat juga. Nanti koordinasi dengan Badko serta Cabang yang paling dekat dengan wilayah yang ingin dibuka.

B: Permasalahan lain yang ada di PB apa?

O: Mungkin saya melihat dari sisi perkaderan. Misalnya LK I intensitasnya agak menurun. Bahkan Korps Pengkader Nasional dibubarkan. Di Cabang Tulunganggung butuh pengkader LK I, tapi karena di PB tidak ada KPN akhirnya LK I itu tidak jadi diadakan. Kedua, leadership yang kurang. Kepengurusan tahun lalu perlu dikritisi juga. Kurang akomodatif, dan pengambilan keputusan yang sepihak. Jika begitu teman-teman kader agak kecewa, merasa tidak dihargai. Beberapa komisi tahun lalu tidak aktif. Ini kan semacam krisis organisasi. Pengambilan kebijakan tidak melalui mekanisme yang seharusnya. Permasalahan lain adalah jaringan, PB tidak memanfaatkan isu-isu strategis yang harusnya bisa dimainkan PB HMI MPO. Seperti isu kenaikan BBM, kasus korupsi, MPO punya bargaining. HMI yang selama ini punya dinamika, lihat saja (kontribusi HMI di tahun) 1947, 1965, 1974, 1986, 1998. Karena PB punya krisis internal sehingga isu-isu nasional tidak maksimal.

B: Soal pembekuan beberapa komisi dan lembaga?

O: Untuk perbaikan internal akan diadakan munas Kohati, dan Perkaderan Nasional. Tujuannya agar lembaga ini bisa bangkit lagi. Kalau untuk komisi menurut saya akan dibuat demikian sesuai konteks dan kebutuhan. Ada banyak hal yang harus dilakukan.

B: Apa komisi dan lembaga yang baru di dalam PB?

O: Komisi yang baru, mungkin di kajian strategis dan kebijakan. Kalau untuk lembaga ada penambahan, lembaga medis HMI, dan LBH (Lembaga Bantuan Hukum).

B: Komisi kajian strategis dan kebijakan fungsinya apa?

O: Agar manifestasi gerakan kita tidak kosong. Misalnya ketika ada isu BBM, diskusi nya masih ringan belum tajam. Kita butuh solusi-solusi yang tajam.

B: Kalau lembaga medis urgensinya apa?

O: satu, mendekatkan HMI dengan masyarakat. Kita mendekatkan ke masyarakat. Karena HMI tidak berada dalam menara gading. Apalagi saat ini banyak sekali bencana. Seandainya ada bencana kita siap membantu. Kita juga memiliki sumber daya kader di bidang medis yang bisa dimanfaatkan.

B: Mengapa akan dibentuk LBH?

O: Ketika ada aksi turun ke jalan, atau advokasi pasti ada ekses. Perlakuan aparat yang represif contohnya akan diurus oleh LBH. Selain itu rencananya, LBH juga berfungsi keluar juga. Jika ada masyarakat yang membutuhkan bantuan hukum bisa dibantuk LBH HMI.

B: Ada beberapa kader yang ingin agar khittah perjuangan direvisi karena dianggap tidak relevan?

O: Sesuatu yang dibuat manusia, pasti tidak saklek (bisa dirubah), kalau memang dibutuhkan revisi, silahkan nanti mana yang lebih perlu. Yang jelas, PB HMI akan membuat lokakarya perkaderan. Apakah perlu khittah perjuangan direvisi atau tidak. Nanti akan diserahkan ke perkaderan.

B: Wacana tentang pengembangan HMI MPO di kampus-kampus besar?

O: Ada, beberapa kampus yang belum kita maksimalkan. Terutama lembaga intra kampus yang belum kita jajaki. Agar gerakan kita tidak mati. Kemarin saat saya di komisi pemuda, ada beberapa yang ditargetkan. Tapi kita perlahan akan terus menjajaki, UNDIP, UGM, Cabang Yogyakarta juga kita perkuat lagi seperti kampus UIN.

B: Isu penggabungan antara HMI MPO dan DIPO?

O: Saya sempat dengar wacana ishlah, memang sudah lama. Kita melihat belum terlalu penting. Kalaupun islah pada waktunya nanti apabila bermanfaat kita akan islah. Isu memang dari dulu, kalau memang kader-kader Cabang memang meminta, akan kita fasilitasi di forum Pleno. Apa perlu atau tidak? Tanpa ada paksaan.

B: Peran HMI dalam konteks pembangunan di Indonesia? Apa yang harus dilakukan?

O: Menurut saya, HMI ini kan lahir sudah sangat lama. Dalam sejarahnya HMI punya kontribusi dalam dinamika kebangsaan. Dalam konteks apapun, politik, ekonomi, atau hukum. Pertama, kita mengawal kebijakan Pemerintah, jika tidak pro-rakyat misalnya kita kritisi. Kedua, PB bisa melakukan judicial review. Selain itu ada banyak cara, misalnya petisi untuk menggalang dukungan. Tetap kita kawal itu. Karena kita gerakan ekstra-parlementer itu yang bisa dilakukan. Berikutnya adalah kunjungan ke tokoh-tokoh sebagai bargaining bahwa HMI menyatu dengan masyarakat. Bukan ber-afiliasi tapi mendukung. Jika kita bersuara, akan banyak dukungan.

B: Program 100 hari ke depan apa?

O: Program yang paling penting adalah rekonsolidasi, ikatan cabang kurang solid, adanya blok Timur-Barat. Yang paling penting adalah konsolidasi. Cabang-cabang ini harus disolidkan, orang-orang kompeten akan ditarik ke PB. Tapi jelas harus memenuhi kriteria (lulus LK II). Itu program yang diprioritaskan. Kedua, pembenahan perkaderan. Karena kekuatan kita itu di perkaderan. Bisa besar ya di perkaderan, kualitas orang HMI ada di perkaderan. Jika kualitasnya bagus, maka akan melahirkan orang-orang besar.

B: Soal hubungan internasional HMI?

O: Kita akan menindaklanjuti kepengurusan PB sebelumnya, tanpa ada tendensi ke satu paham. Kita akan merangkul paham lainnya. Kita akan memperkuat PEPIAT, IIFSO. Selain itu, selama ini ada beberapa forum internasional, contohnya world youth camp. Semacam perkumpulan pemuda internasional, yang berbicara tentang skill, knowledge. Ini penting. Untuk membuka wawasan dan pemikiran. Kita akan terbuka ke semua gerakan, tidak hanya Islam. Jika kita tidak terbuka, mereka tidak akan tahu pemikiran kita.

B: Sumber dana PB darimana?

O: Mungkin sama seperti yang sebelumnya, yang pertama halal dan kedua toyyib. Saya usahakan dari alumni, instansi dan iuran dari teman-teman kader. Ada juga yang mengusulkan bahwa HMI punya badan usaha, jika fokus, investor bisa dicari. Tapi baru sekedar wacana.

Iuran kader sesuai dengan konstitusi. Dari komisariat ke cabang, dari cabang sebagian ke PB. Jadi ada hierarki dari bawah ke atas. Tapi selama ini tidak berjalan. Kami akan membuat skema itu berjalan. Tujuannya agar PB merasa dimiliki seluruh kader.

B: Sebentar lagi 2014, sikap PB HMI bagaimana?

O: Kita harus bersikap. Politik itu bagian dari ikhtiar kita. Mungkin kita akan menyuarakan kampanye ‘jangan pilih legislator busuk’ atau ‘pemimpin cacat moral dan cacat prestasi’ . Dulu tahun 2004 kita menolak ikut pemilu. Itu sikap politik juga. Kita tidak akan berafiliasi dengan calon anggota legislatif manapun.

B: Orang luar melihat bahwa HMI secara ke-Islaman sangat kurang, bagaimana tanggapannya?

O: Kita tidak pernah punya pakem untuk memiliki orientasi satu paham . Ya Persis, NU, Muhammadiyah, maupun Syiah silahkan memiliki bingkai sendiri. Misalnya di Timur, kecenderungannya mulai membahas filsafat Islam, Mulla Sadra. Menurut saya itu menarik. Yang jelas berhenti disitu, ada elaborasi di forum diskusi. Tesis-tesis akan dikombinasikan. Untuk pembelajaran, ada diskursus ada diskusi.  

B: Ada cerita menarik di kongres HMI kemarin?

O: Kebetulan saya jarang di dalam forum, sehingga kurang mengikuti.

B: Perasaan ketika terpilih menjadi ketua PB HMI bagaimana?

O: Saya diberikan banyak PR (pekerjaan rumah). Kedua, HMI organisasi yang punya sejarah, artinya saya tidak boleh main-main. Ketiga, melihat peserta kongres yang hadir sampai puluhan orang dengan ongkos yang sangat minim. Bayar tiket untuk naik kapal pun tidak ada separuhnya, namun dengan lobi-lobi akhirnya bisa, walaupun sampai ditekan ABK (Anak buah kapal) akhirnya mereka bisa berangkat ke kongres. Karena itu saya tidak bisa main-main sama HMI.

B: Tapi mas Ozi belum menikah kan?

O: Hahaha.. Belum

B: Soal jurnal universal mau diterbitkan lagi?

O: Kita akan lihat apakah layak atau tidak untuk dilanjutkan. Tapi ada rencana membuat buku dari kader-kader HMI yang sering menulis.

B: Pesan untuk kader HMI?

O: Mungkin teman-teman jangan berhenti, jangan cepat puas. Kedua, Jangan banyak bertanya soal ini itu tentang HMI, tapi lakukanlah untuk HMI. Apakah HMI dipandang baik buruk, strategis tidak strategis. Karena menurut saya yang bisa mendapatkan kebaikan dari HMI itu diri kita sendiri. Jadi dibutuhkan ketulusan. Oleh karena itu HMI akan besar dan anda dibesarkan oleh HMI.

 

Batusari, Kebon Jeruk, Jakarta.

10-Juli-2013

Pewawancara:

Bhima Yudhistira

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

5 Comments

  1. dani
    dani July 13, 04:31

    Assalamu’alaikum,mungkin redaksi bisa menyampaikan pendapat saya kepada ketum pb hmi puji, saya ingin menanyakan tentang keadaan cabang HMI mpo di surabaya, karna setau saya Tahun 2008 masih ada, meskipun saya DIPO, tapi saya mengharapkan PTN di surabaya seperti UA dan ITS ,dsb bisa di hijaukan kembali,sayaharap ,HMI MPO bisa bekibar kembali selayaknya kota malang yang saya dengar baru bisa bangkit kembali, Yakuza ……..salam saudaramu HMI DIPO

    Reply to this comment
  2. shadiq
    shadiq July 15, 15:32

    analisa masalah sudah, rumusan solusinya juga sudah dapat, sekarang tinggal eksekusinya. ditunggu kerjanya pak ketua, terutama masalah konsolidasi cabang dan isu blok barat dan timur, tetap semangat dan ikhlas pak ketua, semoga semangat positif yang ada bisa segera tersebar merata mempengaruhi semangat juang seluruh cabang.
    salam dari tanah papua

    Reply to this comment
  3. Redaksi
    Redaksi July 16, 12:13

    Walaikumsalam saudara Dani. Terimakasih atas masukannya, redaksi akan meneruskan jawaban saudara kepada ketua PB HMI MPO.
    Terimakasih, semoga masukannya dapat ditindaklanjuti

    Reply to this comment
  4. nhazt
    nhazt July 16, 17:09

    salam perjuangan . . . . adakah keinginan dan usaha untuk menambah cabang HMI MPO ke kalimantan timur. soalx disamarinda, balikpapan, bontang, sangatta byk PT/Univ tp hijau hitam tak berkibar. kl ada saya bisa membantu utk qt wujudkan.

    Reply to this comment
  5. AdhiL
    AdhiL August 29, 09:21

    Salam…adakah keinginan untuk mnambah Cabang HMI MPO di Kabupaten Fak-fak Papua Barat..di daerah tsb..KeIslamannya sngat Kental..bhkan d juluki kota Muslim trbanyak di Tanah Papua..sngguh sngat Bruntung jika Bndera Hijau Hitam MPO dpat brkibar di daerah tsb…sya brhrap Ketua PB,Badko bserta jajarannya bisa Mndiskusikan Hal ini..

    Reply to this comment

Write a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.