HMINEWS.Com – Militer dan polisi Mesir menembaki massa Ikhwanul Muslimin (IM) pendukung Presiden Mursi yang telah dikudeta. Penembakan terjadi di depan pangkalan militer yang diduga menjadi tempat memenjarakan Mursi, Senin (8/7/2013) menewaskan 42 orang dan ratusan lain terluka.

Menurut Jubir IM, Gehad Haddad, tragedi tersebut terjadi pukul 3.30 Senin dinihari, saat para korban tengah shalat subuh di sela waktu protes damai mengecam kudeta militer atas Presiden Mursi yang terpilih secara demokratis.

“Korban tewas dengan peluru di kepala. Peluru mereka meledak begitu masuk ke dalam tubuh, menghancurkan organ dalam dan anggota tubuh. Setiap polisi di seluruh dunia tahu cara membubarkan demonstran. Tapi ini adalah tindakan kriminal yang mengincar pemrotes,” kata Haddad.

Militer berdalih bahwa IM yang mereka cap sebagai “kelompok teroris” mencoba menyerbu markas Garda Republik. Mereka mengatakan, dua petugas juga tewas terbunuh dan 40 orang mereka terluka.

Hadad mengatakan ada dua alasan mengapa militer menggunakan cara sadis dalam membubarkan mereka. Pertama, kata dia, militer ingin mengusir IM dari jalanan dan menghentikan upaya mereka menegakkan demokrasi di Mesir yang sebelumnya selama 60 tahun di bawah tirani militer.