HMINEWS.COM

 Breaking News

Biarkan Pancasila Menjadi Milik Semua Golongan

June 01
15:14 2013

HMINEWS.Com – Sampai kini, Pancasila sebagai dasar negara belum dipahami secara merata, bahkan tidak sedikit yang merasa nyinyir ketika mendengar Pancasila disebut, karena banyaknya pemimpin yang mengaku merepresentasikan Pancasila justru mencontohkan perilaku yang menyimpang. Sering pula pemahaman mengenai Pancasila berusaha diseragamkan, dengan menutup potensi pemahaman lain yang relevan dan diterima tiap-tiap kelompok, sehingga bisa menjadikannya suatu nilai yang fleksibel dan harga hidup.

Mantan aktivis HMI, Fachri Ali, menyarankan agar Pancasila bisa ditafsirkan tiap-tiap kelompok agama. Hal itu agar para pemeluk agama yang berbeda bisa menjiwai Pancasila dengan pemahaman agama masing-masing, sebab kedudukan Pancasila yang tak mungkin ditempatkan sejajar dengan agama.

“Biarkan orang Islam menafsirkan Pancasila sesuai dengan Islam. Yang Kristen sesuai dengan Kristen, Hindu juga sesuai dengan Hindu, begitu juga dengan agama lainnya,” kata Fachri Ali dalam bedah buku ‘HMI 1963-1966; Menegakkan Pancasila di Tengah Prahara’ di Gedung Mahkamah Konstitusi, Kamis (30/5/2013).

Menurutnya itulah cara membuat Pancasila dibutuhkan masyarakatnya. Sebab pada prinsipnya masyarakat mencari apa yang paling mereka butuhkan, sebagaimana meningkatnya semangat keagamaan yang pesat di Indonesia, semua karena masyarakat membutuhkan itu.

Fakta juga bahwa nilai-nilai Pancasila digali dari nilai-nilai agama, seperti ketuhanan, toleransi, gotong-royong dan sebagainya. Apabila ditanya, masyarakat juga akan mengatakan: “Saya melaksanakan ajaran agama saya,” lanjut Fachri yang menegaskan berlang bahwa dirinya merupakan ‘anak Orde Baru’ tersebut.

Dengan demikian tidak terlalu penting apakah warga negara dalam kehidupannya hafal dan paham Pancasila ataukah tidak, yang penting adalah nilai-nilai Pancasila itu diaplikasikan. Sebab Pancasila itu digali dari masyarakat, dari kearifan yang mendarah-daging dalam masyarakat Indonesia, bukan Pancasila yang ada lebih dahulu.

Persoalan lainnya adalah kenyataan bahwa generasi muda masa kini jauh dari nilai-nilai Pancasila, hal itu juga karena mereka jauh dari nilai-nilai agama masing-masing.

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.