Jakarta – Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI-MPO) mendesak agar Polri mengusut penyerangan yang dilakukan aparat Polres Kendari terhadap HMI MPO Cabang Kendari. Sebagaimana diketahui, Rabu (19/6) malam, polisi menyerang dan menganiaya kader-kader HMI MPO Kendari sebagai buntut demonstrasi yang dilakukan mahasiswa Fakultas Teknik Unhalu, padaal HMI MPO tidak terlibat di dalamnya.

“Kapolri harus mengusut tuntas penyerangan terhadap HMI MPO Kendari. Aparat mereka telah bertindak di luar batas menganiaya mahasiswa secara semena-mena dengan semangat balas dendam,” kata Ketua Komisi Eksternal PB HMI MPO, Fathurrahman di Jakarta, Jum’at (21/6).

Fathur menyatakan, berdasar laporan dari HMI MPO Kendari, penyerangan terjadi pukul 10.00 WITA. Saat itu, kata dia, para Pengurus Cabang tengah mengadakan rapat persiapan untuk mengikuti Kongres HMI MPO yang akan diadakan di Bogor-Jawa Barat. Serombongan polisi yang datang ke kampus Unhalu malam itu bermaksud balas dendam kepada mahasiswa Unhalu atas bentrok yang terjadi sehari sebelumnya dalam unjukrasa menolak kenaikan harga BBM. Karena lokasi yang berdekatan dengan kampus, HMI MPO menjadi sasaran.

“Mereka melihat papan nama sekretariat HMI MPO, kemudian mendobrak pintu dan menyeret ke luar sejumlah pengurus dan menghajar beramai-ramai. Tiga orang dipukuli dan diinjak-injak,” lanjutnya.

Setelah dianiaya, para pengurus HMI MPO Kendari terus dibawa ke Polres Kendari. HMI MPO Kendari bekerjasama dengan elemen lain dan akhirnya rekan-rekan mereka yang ditahan sore harinya dibebaskan.

“Meski rekan kami telah dibebaskan, kami minta penyerangan itu diusut. Apalagi tindakan brutal polisi Kendari tidak hanya itu, belasan mahasiswa Unhalu juga dianiaya dan masih ditahan, bahkan salah seorang di antaranya meninggal di rumah sakit setelah tertembak,” pungkas Fathur.