Bogor – Kongres ke-29 HMI MPO diharapkan melahirkan gagasan-gagasan baru dan lebih mengedepankan aspek intelektual daripada sekedar seremonial perebutan posisi. Diharapkan menjadi forum akal sehat, bukan forum hasrat kekuasaan semata.

Demikian disampaikan Ketua Umum PB HMI MPO, Alto Makmuralto dalam Pembukaan Kongres ke-29 di Bale Binarum, Kota Bogor, Kamis (27/6/2013) malam.

“Dengan begitu berarti kita melapangkan jalan tradisi epistemik yang dahulu tumbuh subur di HMI. Karena dengan tradisi tersebutlah akan lahir para ideolog. Dan para ideolog-lah yang memungkinkan lahirnya negara yang berperadaban,” ujar Alto.

Sementara Anies Baswedan lebih menyoroti pada model perkaderan HMI yang harus disesuaikan untuk bisa memenangkan masa depan.

“Training HMI harus menyiapkan masa depan. Kita berharap pada perkaderan HMI kini untuk suplai pemimpin masa depan,” tutur Rektor Paramadina tersebut.

Selain masalah perkaderan, Anies juga menyinggung daya pikir mahasiswa. “Selain kritis, juga harus dilengkapi dengan basis moral dan basis intelektual,” lanjut Anies. Intelektualitas, menurutnya, bisa dilihat dari isi omongan kader, apakah menyelesaikan masalah, hanya aktualisasi atau malah menambah masalah.

Sejumlah tokoh tampil menyampaikan sambutan, di antaranya Sekjen Majelis Nasional KAHMI, Subandrio dan Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa yang sekaligus menabuh gong untuk membuka kongres secara resmi.

Usai sambutan dan pidato, acara dilanjut dengan Seminar Nasional Demokrasi Ekonomi dengan pembicara pengamat ekonomi Hendri Saparini dan Kusfiardi, serta Sekretaris Menter Koperasi dan UKM Agus Muharam dengan moderator Summaya Ilham.