HMINEWS.COM

 Breaking News

Mengaji Pada Karen Armstrong, Sang Atheis yang Alim

June 15
22:49 2013

'Public Lecture' Karen Armstrong (foto: @aniesbaswedan)

HMINEWS.Com – Penulis produktif buku kenamaan, Karen Arsmstrong datang ke Indonesia untuk mengisi kuliah umum tentang intisari agama. Kali ini ia berceramah di Universitas Paramadina, Jakarta atas kerjasama dengan Penerbit Mizan untuk membahas salahsatu bukunya, ‘The Message of Compassion.’

Karen banyak berbicara mengenai pengetahuan dasar dalam Islam, seperti ‘Rukun Islam,’ ‘Rukun Iman,’ Hijrah, sejarah atau berbagai peristiwa yang mengiringi perjalanan Nabi Muhammad. Mengenai shalat, ia mengatakan “Shalat mempunyai dimensi spiritual yang berbeda dengan yoga, karena shalat dimaksudkan sebagai hubungan langsung dengan Tuhan, tidak semata-mata menata spiritual dengan perenungan,” ujarnya di Aula Nurcholis Madjid Universitas Paramadina, Sabtu (15/6/2013).

Hal lain, misalnya mengenai Perjanjian Hudaibiyah yang ditandatangani Nabi dengan pihak kafir Mekah, Piagam Madinah dan perlindungan terhadap non-Muslim. Ia juga, sebagaimana yang ditulis dalam buku yang berisi sari pemikirannya setelah mendapat penghargaan dari TED (Technology, Entertainment, and Design) yang menyarikan inti ajaran agama-agama, dalam satu manifesto atau ‘Piagam Welas Asih’ (Charter for Compassion).

Mantan biarawati yang menjadi atheis tersebut berharap, dengan gagasan yang telah digelindingkan itu akan menciptakan perdamaian dunia, di mana semua orang dari berbagai latar belakang agama hidup damai berdampingan tanpa saling curiga dan bermusuhan, sebagaimana inti ajaran agama-agama yang ia sarikan tersebut.

 

“Jangan lakukan terhadap orang lain apa yang kamu harapkan orang lain tidak melakukannya terhadapmu,” demikian dalam buku yang diterbitkan dalam bahasa Indonesia oleh penerbit Mizan.

Apa yang ditulis dalam buku-buku Karen dan yang kemudian coba ia usung, merupakan nilai universal yang telah lama dikenal di kalangan Islam dan lainnya. Tetapi, dengan itu agaknya ia bisa lebih diterima kalangan Barat, dan turut membantu mengenalkan ajaran Islam kepada dunia.

Seminar yang dimulai pukul 15.00 WIB tersebut dibuka oleh Anies Baswedan dan pengantar Haidar Bagir, yang berbicara mengenai ‘welas asih’ atau rahmat yang menjadi hal terbesar dalam kehidupan, sebagaimana berlaku pula dalam ketetapan Allah dalam ‘ikrar’-Nya: ‘Sesungguhnya rahmat-KU meliputi segala sesuatu’ dan ‘Sesungguhnya rahmat-KU mendahului kemarahan-KU.’

Usai penyampaian ‘kuliah umum’ itu, Penyair Taufiq Ismail membacakan sebuah puisi ‘Doa Sehelai Daun Kering’ dalam dua bahasa: Indonesia dan Inggris. Taufiq kemudian menyerahkan teks puisinya tersebut kepada Karen.

Di akhir acara, para peserta yang telah membeli buku-buku karya Karen, tak hanya  ‘The Message of Compassion’,  tetapi juga buku yang telah terbit sebelumnya seperti ‘Sejarah Tuhan’ dan ‘Muhammad Prophet of Our Time’ antre mengular untuk minta tandatangan.

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.