HMINEWS.Com – Rektor Paramadina, Anies Baswedan menyatakan, kehadiran Karen Armstrong mengingatkan umat Islam untuk melihat ke dalam, mencontoh perilaku Nabi. Terlalu banyak contoh kasih sayang (compassion; salahsatu intisari ajaran agama yang Karen kampanyekan menjadi gerakan internasional) dari Nabi Muhammad, tetapi dilupakan oleh umatnya.

“Sebenarnya di Indonesia, kita nggak perlu Karen Armstrong ngomong, hanya saja kita seringkali lupa bahwasannya agama itu ujung-ujungnya rahmatan lil’alamin. Agama lebih dari sekedar aturan, tapi spirit untuk saling menghormati, saling mencintai, saling menghargai,” ujar Anies Baswedan usai seminar ‘The Message of Compassion’ yang menghadirkan penulisnya, Karen Arsmtrong di Universitas Paramadina, Sabtu (15/6/2013).

Anies mencontohkan sejumlah perilaku Nabi, di antaranya kesediaan beliau menyuapi pengemis Yahudi buta yang setiap hari mencaci-maki utusan Allah tersebut dengan fitnah-fitnah. Nabi menyuapi si pengemis tersebut dengan penuh kasih sayang tanpa diketahui yang bersangkutan bahwa dirinya merupakan Sang Nabi. Kemudian setelah beliau wafat, Abu Bakar mencoba menggantikan dengan menyuapi, tetapi ternyata meski tanpa melihat, si pengemis bisa membedakan bahwa tangan itu bukan merupakan yang biasa datang menyuapinya.

“Apa pesannya itu, compassion, kasih sayang. Seluruh hari-hari Rasulullah adalah contoh kongkrit orang yang penuh dengan kasih dan sayang. Mana itu sekarang di kita? Rasulullah tak galak pada orang yang kakinya cingkrang” lanjutnya.

“Ada satu orang jama’ahnya batal, kentut. Rasul tidak bilang pada orang itu: hei siapa yang kentut, kau berwudhu. tidak. Rasulullah bilang mari kita semua berwudhu. Nggak ada yang kehilangan muka, nggak ada yang kehilangan muka,” tegasnya.

Ia melanjutkan, “Kita mau cari contoh dari mana? bukan dari Karen Armstrong. Rasulullah Muhammad Sallallahu ‘Alaihi Wasallam, di situ terlalu banyak contoh kasih sayang. Orang ini (Karen) datang mengingatkan pada kita: Kalian orang-orang Islam, contohlah Nabimu, karena Nabimu itu contoh. Kita sering lupa, seringkali diingatkan orang baru ingat,” pungkas tokoh muda yang disebut-sebut sebagai calon presiden alternatif tersebut.