HMINEWS.Com – Mahasiswa Universitas Asahan (UNA) Sumatera Utara kecewa dengan perlakuan polisi yang menangkap mahasiswa, sebagai buntut aksi mahasiswa menuntut rektor UNA, Zuriah Sitorus, mundur dari jabatannya.

“Kami sangat kecewa dengan sikap represif pihak aparat keamanan yang menangkap 4 mahasiswa Universitas Asahan,” kata salah seorang mahasiswa Una, Indra Abdillah kepada hminews, Rabu (12/6/2013).

Menurut Indra, demo yang dilakukan Kesatuan Aksi Mahasiswa UNA sehari sebelumnya (11/6) menuntut Zuriah Sitorus mundur karena diduga melakukan nepotisme dalam pengangkatan dosen di UNA. Zuriah menjadikan kedua anaknya sebagai dosen UNA, diduga dengan nepotisme.

“Selain itu, salah satu kebijakan rektor adalah meniadakan beasiswa. Keuangan yayasan Universitas Asahan dari pemerintah juga langsung masuk ke rekening pribadi Zuriah,” lanjutnya.

Saat ini, kata dia mewakili rekan-rekannya, kampus UNA kekurangan ruangan dan fasilitas laboratorium bahasa yang bahkan tidak ada sama sekali. Mahasiswa juga menuding Bupati Asahan yang menjabat ketua yayasan mengangkangi UU No-32 tahun 2004 pasal 28 poin b yang mengatur bahwa kepala daerah/ wakil kepala daerah tidak bisa menjadi ketua yayasan.