HMINEWS.Com – Mahasiswa yang tergabung dalam Mahasiswa Patani ( Thailand Selatan ) mengadakan students gathering yang bertempat di Danau Situ Gintung, Ciputat, Tangerang Selatan (4/5/2013). Mengangkat tema Human Rights Session for Patani Students in Indonesia.”

Pertemuan tersebut lebih banyak dimanfaatkan dengan berdiskusi secara lepas tentang pemperjuangkan hak asasi  untuk menyelamatkan hak hidup Muslim Patani hingga membahas tentang  masa depan gerakan mahasiswa Islam di thailand dalam konteks hubungan internasional.  Peserta merupakann mahasiswa Patani yag tengah menuntut ilmu di sejumlah universitas di Indonesia seperti UIN Jakarta, UIN Bandung, UHAMKA , UMM dan lainnya.

Sejarah panjang mencatat konflik pertama yang terjadi di Patani pada tahun 1921, saat pemerintah Thailand menggantikan seluruh hukum syariah dan adat masyarakat Patani dengan hukum Siam ( Thailand). Salah satu bentuk nyata peraturan tersebut adalah memaksa anak-anak usia sekolah untuk masuk ke dalam sekolah-sekolah berbahasa Thai. Pesantren sebagai basis pembelajaran agama Islam ditutup paksa oleh Pemerintah. Hal inilah yang kemudian menimbulkan reaksi dari para ulama yang merasa disingkirkan oleh pemerintahan Thailand, karena aktivitas dakwah mereka dihalangi.

Corak pemikiran mahasiswa Patani  di Indonesia ternyata cukup heterogen seperti adanya Muhammadiyah, Salafi, Ikhwanul Muslimin, Jama’ah Tabligh dan lainnya. Percampuran beberapa aliran tersebut membentuk sebuah paradigma baru tentang bagaimana Islam seharusnya dipraktikan di dunia sebagai acuan semangat mahasiswa muslim Patani unttk berjuang untuk menyelamatkan hak hidup muslim patani.

Salah satu pembicara yang hadir mantan ketua umum PB HMI, Muhamad chozin Amirullah. Dalam kesempatan tersebut Chozin menegaskan pentingnya peranan mahasiswa muslim dalam perjuangan dan dakwah Islam dalam tingkat regional maupun internasional.

Widi Rulianto