HMINEWS.Com – Puluhan kader HMI-MPO Cabang Kendari memperingati Hari Kebangkitan Nasional dengan menggelar aksi demonstrasi. Demonstrasi berlangsung di Bundaran Eks MTQ Mandonga, Kendari (20/5/2013). Dalam aksi tersebut,mereka melakukan protes untuk menolak rencana kenaikan harga BBM. Sebagaimana diketahui, pasca penetapan APBN Perubahan dengan DPR , harga BBM akan kembali dinaikkan akhir Mei 2013.

Menurut Korlap, Susi Ar-Runduma, kebijakan kenaikan harga BBM akan membuka lebar penderitaan terhadap rakyat. “Rencana kenaikan harga BBM bukti bahwa rezim SBY-Boediono melakukan penindasan terhadap rakyat. Secara langsung, apabila BBM naik pasti berimbas pada naiknya harga-harga produk pangan. Ini membuat laju inflasi pesat. Lihat saja data rilisan BPS, inflasi sejak Maret 2013 sudah sebesar 2,43 persen yang disebabkan tingginya harga-harga produk pangan. Ini bukti rezim SBY-Boediono telah gagal,” teriak Susi.

Massa terus menggelar mimbar bebas dengan mengajak masyarakat untuk bergabung dalam aksi protes.

Dianiaya dan Ditangkap

Sekitar pukul 13.00, massa mulai membakar ban bekas dan menghalangi beberapa mobil plat merah yang melintas. Hal ini memancing amarah sejumlah aparat kepolisian. Ketua Umum HMI-MPO Cabang Kendari, Laode Arman M, menegaskan bahwa aksi pembakaran ban dan penahanan mobil plat merah bukan untuk menghalangi aktivitas masyarakat.

“Kami melakukan gerakan seperti ini dengan maksud melakukan komunikasi dengan masyarakat agar tergabung dalam gerakan kami. Karena BBM sangat subtansial bagi kebutuhan rakyat banyak,” jelas Arman.

Namun nahas bagi para demonstran. Pada saat aksi berlangsung, tiba-tiba sejumlah anggota kepolisian mencoba menghentikan aksi demonstrasi dengan membuang sejumlah ban bekas milik demonstran. Tak hanya sampai disitu, ada oknum polisi yang mematikan genset. Walhasil, aksi ini terhenti beberapa saat.

Atas tindakan tersebut,puluhan demonstran tidak menerima perlakuan pihak polisi. Dorong-dorongan pun tak terhindarkan. Akan tetapi, massa demonstran di bawah arahan langsung Laode Arman M tetap menyikapi tekanan kepolisian dengan kepala dingin. Massa HMI-MPO Cabang Kendari mencoba untuk berdialog dengan aparat keamanan.

Pada saat komunikasi berlangsung, tiba-tiba keluar serombongan Kepolisian melakukan penyerangan.Polisi memukuli massa aksi dan berusaha menangkap Ketua Umum HMI-MPO Kendari, Laode Arman M. Sejumlah kader dipukuli dan disemprot gas air mata. Alhasil, Ketua Cabang ditangkap dan aksi demonstrasi dibubarkan paksa.

Dalam waktu dekat Pengurus HMI-MPO Cabang Kendari berencana untuk berkonsolidasi dengan elemen mahasiswa lainnya terkait solidaritas mahasiswa menyikapi kasus kekerasan dan rencana kenaikan harga BBM.

LAPMI Cab Kendari