Forum Kongres XXVIII HMI (foto @yono_damai)

HMINEWS.Com – Kongres Himpunan Mahasiswa Islam (HMI ‘Dipo’-red) yang telah berlangsung 25 hari belum berhasil memilih ketua umum baru. Forum kongres mengalami deadlock dan belum ada titik temu dari dinamika yang terjadi antara Cabang, Panitia dan Pengurus Besar HMI. Presidium Kongres ke-28 tersebut memutuskan kongres secara resmi ditunda.

Menurut Presidium Kongres dari HMI Badko Jawa Tengah & DIY, Saifudin, materi krusial yang membuat kongres ditunda adalah proses pemilihan ketua umum yang dibahas Komisi D.

“Di dalam komisi D sudah dibahas soal pemilihan ketua umum, namun ketika memasuki sidang pleno persoalan menjadi hangat dan cenderung meruncing. Tidak ada titik temu sehingga mengalami kebuntuan,” kata Saifudin dalam keterangan persnya, Senin (8/4/2013).

Penundaan Kongres ke-28 ditandatangani Riyanto Ismail dari HMI Badko Sulut-Gorontalo, Saifudin dari Badko Jateng-DIY, Bambang Reddtob dari Badko Papua-Papua Barat, Zulfitra Hasyim dari Badko Maluku-Maluku Utara, Muhammad Amin dari Badko Sulselbar, Wiwin Zutrayadi dari Badko Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), dan Syarifudin perwakilan HMI Cabang Makassar Timur.

Menurut Saifudin, Presidium masih berkoordinasi dengan panitia pengarah (SC), panitia pelaksana (OC) dan elemen lainnya mengenai kelanjutan kongres tersebut.

Wiwin dari Badko Sumbagsel mengimbau kader HMI tidak terpancing isu untuk mengambil keputusan bahwa tertundanya kongres karena urusan politik. “Ini hanya urusan teknis saja, bahwa ada dinamika dalam kongres itu hal biasa,” ujar Wiwin.

Kongres yang sebelumnya dilangsungkan di Asrama Haji Pondok Gede telah menghasilkan Ketua Korps HMI-Wati (KOHATI) yang baru melalui Munas KOHATI yang dibarengkan agendanya dalam kongres. Sejak 27 Maret 2013, agenda dua tahunan tersebut dipindahkan ke Graha Insan Cita-Depok.

Menurut informasi yang dihimpun, pihak pengelola gedung GIC menyetop peminjaman gedung untuk kongres dan akan digunakan untuk kegiatan lain, sehingga kongres tidak bisa dilanjutkan di tempat tersebut.