HMINEWS.Com – Setelah berlangsung sebulan, Kongres ke-28 Himpunan Mahasiswa Islam (HMI-‘Dipo’, red) selesai dan menghasilkan ketua umum (formateur) baru. Ketua terpilih adalah Muhammad Arief Rosyid yang unggul atas Noer Fajriansyah pada putaran kedua pemilihan.

Pemilihan berlangsung dalam dua putaran, putaran pertama dengan 6 calon; Nur Rendra (4 suara), Arief Rosyid (55 suara), TItan (18 suara), Amal Sakti (15 suara), Mulyadi (38 suara) dan Noer Fajriansyah (31 suara), serta suara tidak sah 3 suara. Empat mengundurkan diri pada putaran kedua, sehingga hanya diikuti dua calon dengan perolehan: Arief Rosyid 238 suara dan Noer Fajriansyah 62 suara, suara tidak sah dari 190 cabang penuh peserta kongres 28 tersebut ada 7 suara.

Usai terpilih, Arief Rosyid menyatakan proses kongres yang berjalan sangat alot selama sebulan itu menjadi ‘miniatur’ untuk bagaimana mengelola satu kepengurusan ke depan. Ia mengusung tema ‘HMI untuk Rakyat’ dengan maksud menjadikan lembaga yang didirikan Lafran Pane tersebut sebagai kekuatan ‘civil society’ melalui kerja keras dan kesabaran.

“Mendorong HMI sebagai civil society, bisa kembali ke rakyat, PB HMI menjadi jembatan program kerja ke cabang-cabang,” kata Arief kepada hminews.com di Auditorium GOR Ragunan-Jakarta Selatan, Senin (15/4/2013) sore.

Tidak muluk-muluk, Arief menyatakan untuk memperbaiki lembaga adalah dengan memperbaiki pribadi dan kualitas kader-kadernya. Apalagi, melihat dinamika yang terjadi belakangan, termasuk pelaksanaan kongres yang berlarut hingga satu bulan dan berpindah tempat sampai tiga kali, butuh kerja keras untuk me-recovery-nya.

“Memperbaiki HMI dengan memperbaiki diri sendiri. Bullshit orang cerita perbaikan HMI kalo dirinya sendiri tidak diperbaiki. Saya kira hari ini kita minim keteladanan makanya kita harus memberikan keteladanan,” lanjutnya.

Arief Rosyid aktif di HMI sejak tahun 2004, pernah menjadi ketua komisariat, sekretaris umum cabang Makassar Timur dan kemudian wakil sekretaris jenderal PB HMI. Ia lulusan S1 Kedokteran Gigi Universitas Hasanudin, dan kini tengah menempuh pendidikan di Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia.