HMINEWS.Com – Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI -MPO) mengapresiasi kerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang telah menetapkan status Anas Urbaningrum sebagai tersangka. Sebagaimana diumumkan KPK, Anas dijerat pasal 12 a atau b pasal 11 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dalam kasus Hambalang karena disebut-sebut menerima Toyota Harrier dari rekanan proyek.

“PB HMI mengapresiasi kerja KPK atas penetapan AU sebagai tersangka. Namun kita menyerkan kepada KPK untuk mengembangkan kasus Hambalang ini lebih lanjut gunamencari kemungkinan keterlibatan pihak-pihak lain,” kata Ketua Umum PB HMI – MPO, Alto Makmuralto, Jum’at (22/2/2013).

PB HMI – MPO, lanjut Alto, mendukung kerja KPK memberantas korupsi, termasuk kepada alumni HMI yang memang bersalah. Namun di sisi lain, PB HMI MPO merasa prihatin dengan alumni yang tersandung kasus korupsi.

“PB HMI mendukung kerja KPK memebrantas korupsi, termasuk kepada alumni HMI yang memang bersalah. Namun di sisi lain, PB HMI juga bersedih dan prihatin karena alumni penting HMI yang menjadi tersangka kasus korupsi,” lanjut Alto.

Penetapan resmi Anas Urbaningrum sebagai tersangka kasus korupsi Hambalang melalui surat perintah penyidikan (sprindik) yang baru dikeluarkan hari ini (22/2) ditandatangani lima pimpinan KPK yakni, Adnan Pandu, Zulkarnain, Bambang Widjojanto, Busyro Muqoddas, Abraham Samad. []