HMINEWS.Com – Deretan panjang running elite Indonesia kini yang merupakan alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) adalah bukti bahwa HMI telah memenangkan masa kini. Namun apakah di masa mendatang, 10 atau 15 tahun lagi akan masih demikian, hal itu ditentukan di masa sekarang. Demikian disampaikan alumni HMI yang kini menjabat rektor Universitas Paramadina, Anies Baswedan.

Karena itulah, sambung Anies yang berasal dari ‘faksi MPO’ dalam HMI tersebut, agar Indonesia menang dalam percaturan global di masa mendatang, HMI dan alumninya (KAHMI) harus memenangkan masa depan Indonesia dengan terus meningkatkan kualitas kader agar mampu bersaing.

Seperti sering ditegaskannya, persaingan ke depan akan semakin ‘merit’, yaitu didasarkan pada kemampuan masing-masing individu.

“Mereka yang akan tampil ke permukaan adalah yang paling punya kompetensi. Sampai sekarang mungkin masih bisa ‘tolong diusahhakanlah, Bang,’ tetapi ke depan tidak lagi,” ujarnya dalam seminar kebangsaan menjelang pelantikan KAHMI di JCC, Senayan-Jakarta, Selasa (5/2/2013).

Sementara Koordinator Presidium KAHMI, Mahfud MD dalam orasi malam harinya menyatakan pernah ditanya mengenai HMI yang nggak mutu. Hal itu mengundang keprihatinan dan harus disikapi secara serius. Mutu HMI saat ini akan menentukan mutu KAHMI atau alumninya kelak.

“Seperti yang ada di sini malam ini, ada Kanda Jusuf Kalla, Akbar Tanjung, pemimpin-pemimpin partai politik, birokrat dan sebagainya bisa begini karena HMI-nya dulu begitu,” kata Mahfud.

Akbar Tanjung, yang dikenal sebagai tokoh yang serius mengawal perkaderan HMI berharap semua alumni turut memperhatikan HMI. “HMI menjadi sumber mata air KAHMI, maka harus diperhatikan,” kata Akbar Tanjung.

Fathur