Upaya untuk membangun kesolidan antar umat Islam terus dilakukan oleh berbagai pihak, tak terkecuali Pusat Studi Hak Asasi Manusia Uniersitas Islam Indonesia (PUSHAM UII) . Lembaga yang baru berdiri kurang lebih 13 tahun tersebut baru selesai mengadakan sebuah Konfrensi Masa Depan Gerakan Islam. Acara tersebut berlangsung selama dua hari yaitu tanggal 31 Januari hingga 1 Februari 2013 bertempat di Ruang pertemuan Hotel UNY di daerah Kampus Universitas Negeri Yogyakarta, Jalan Kalimalang.

Peserta Konferensi ini merupakan kelompok-kelompok dampingan PUSHAM UII di beberapa daerah seperti Sragen, Ngawi, Solo, Tawangmangu, dan cilacap, sedangkan peserta yang berasal dari Yogyakarta terdiri dari mahasiswa beberapa perguruan tinggi seperti UGM dan UII serta elemen gerakan mahasiswa seperti HMI meramaikan jalannya Konferensi.

Pada hari pertama topik yang menjadi pembahasan konferensi, berkaitan dengan dinamika Internal Gerakan Islam, Gerakan Radikalisme Destruktif hingga ancaman yang ditimbulkannya. Sejak hari pertama terlihat antusias tinggi dalam menanggapi maupun bertanya kepada pemateri yang notabene terdiri dari praktisi dan akademisi itu.

Pada hari kedua forum Konferensi menjadi lebih hidup karena memang format disetting lebih banyak berdiskusi di antara peserta. Materi yang menjadi bahan diskusi pertama adalah Memahami Media dalam Gerakan Islam dan Aspirasi Ekonomi Politik Islam. Setelah itu dilanjutkan dengan mendiskusikan rencana-rencana kongkrit apa yang mungkin bisa dilakukan oleh peserta untuk segera diterapkan di daerah mereka masing-masing setelah Konferensi ini serta kegiatan apa yang bisa tetap dilakukan sehingga ukhuwah antar sesama peserta yang terdiri dari berbagai daerah tetap solid terjaga.

Setiap daerah mengutarakan ide-ide mereka, sehingga banyaknya yang terkumpul, tetapi ada beberapa yang perlu menjadi perhatian bersama yaitu: Pertama, setiap daerah bisa memberikan bantuan yang akan coba untuk dimobilisir oleh PUSHAM UII ke tempat-tempat yang lebih membutuhkan. Kedua, respon cepat tanggap yang diberikan oleh kelompok daerah lain seandainya terjadi diskriminasi atau tindakan buruk yang diterima oleh saudaranya di daerah yang berbeda, Ketiga, tetap terus berupaya mengembangkan apa yang telah dimulai oleh kelompok tersebut di daerah mereka seperti ada kelompok yang membangun sekolah, bagaimana sekolah ini terus meningkatkan kulitas dan pelayanan terhadap masyarakat. Dan di akhir, rangkaian acara Konferensi ini ditutup dengan refleksi yang dibawakan oleh Eko Prasetyo sebagai penanggung jawab kegiatan.

“Dengan diadakannya kegiatan ini harapannya ada sebuah kemajuan terhadap arah dan orientasi gerakan Islam yang lebih jelas ke depannya,” tutur mas Yudan sebagai kepala divisi yang membidangi kegiatan ini.

Beliau juga menambahkan bahwa yang paling penting untuk dipahami bahwa kegiatan ini sebagai upaya PUSHAM UII untuk mengambil peran sebagai fasilitasi pengetahuan dan fasilitasi penguatan jaringan. Itu semua dilakukan sebagai upaya memberikan benteng pertahanan sekaligus senjata untuk mengkonter berbagai pihak yang berupaya menghambat aktivitas gerakan-gerakan Islam, salah satu yang sering terjadi dewasa ini yaitu stigmatisasi.

Rangga Permata, UII