HMINEWS.Com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI – MPO) Cabang Bogor sukses menyelenggarakan Konferensi Cabang ke-49. Seminar pembukaan diadakan di Universitas Ibnu Khaldun (UIKA), sedangkan konferensi dilangsungkan di Vila Batu, Cibogo- Bogor, Sabtu – Ahad (16-17/2/2013).

Seminar tersebut menyoroti pembangunan Kota Bogor selama satu periode yang dinilai belum berhasil, bahkan sejumlah indikator menunjukkan kegagalan, seperti angka kemiskinan dan tingkat kebersihan yang justru menurun.

“Ada empat faktor yang kami soroti dari visi misi awal Walikota Bogor yang bahkan sampai berakhirnya jabatan tidak tertangani dengan baik. Kebersihan, sekarang sampah tidak tertangani, PKL makin semrawut, kemiskinan masih 8,6 persen, dan transportasi masih amburadul,” kata Tubagus Sandi.

Konferensi diikuti 4 Komisariat: Komisariat UIKA, STAI Laa Raiba, STKIP Muhammadiyah dan Komisariat Universitas Juanda. Ditambah komisariat persiapan seperti Komisariat (persiapan) Universitas Pakuan, Institut Pertanian Bogor (IPB), dan El Adabi.

Setelah penilaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) kepengurusan cabang periode 2011-2012 di bawah kepemimpinan Imam Fahruri, konferensi memilih Tubagus Sandy sebagai formatur yang kemudian akan menjadi Ketua Umum Cabang, Aep Permana, Dimas dan Adi Wijaya sebagai mide formatur.

Awasi Pembangunan

Menurut Tubagus Sandy, tema kepengurusan yang telah dirumuskan adalah ‘Gerakan Intelektual Profetik dalam Mengawal Demokrasi Lokal Mewujudkan Bogor yang Berkeadilan.’

“Dalam mengawal demokrasi; faktor visi misi walikota sebagaimana telah kami evaluasi dalam seminar konferensi akan fokus kami. Sementara untuk Kabupaten Bogor, selain empat hal tersebut harus ditambah dengan pos kesehatan dan pendidikan, karena di wilayah Kabupaten, angka butah huruf masih tinggi, sekitar 650 KK buta huruf,” ungkap Tubagus.

Sedangkan untuk dimensi internal HMI, Cabang akan terus meningkatkan kapasitas intelektual kadernya agar dapat terus berkontribusi nyata bagi masyarakat.