Patung JP Coen, Gubernur Jenderal Hindia Belanda di Batavia yang dipuja sebagai pahlawan di Belanda

HMINEWS.Com -Pegiat yayasan Komite Utang Kehormatan Belanda (KUKB) dengan Komite 7 Mei di Amsterdam – Belanda, menyalakan 7.000 lilin di sekitar patung Jan Peter Zoon Coen. Hal itu untuk mengingatkan bangsa Belanda atas kekejaman penjahat yang selalu mereka puja sebagai pahlawan tersebut, Jum’at (11/1/2013).

“Sejarah mengenal sosok Jan Peter Coen adalah pembantai dan pelaku berbagai tindak kejahatan kemanusiaan di Tana Air (Indonesia-Nusantara). Sebagai sebuah mentalitas Belanda dalam memandang kepahlawanan sosok ini  tentu bagi kita di Indonesia adalah sesuatu yang harus dikoreksi dan diperbaiki oleh Belanda. Patung ini berkali-kali di kritik dan terkahir sempat terjadi kejadian aneh dimana sebuah truk menabrak patung ini hingga tumbang namun oleh Walikota Amsterdam diperbaiki kembali,” tulis Ketua yayasan KUKB perwakilan Jakarta-Jawa barat, Irwan Lubis dalam rilisnya.

Menurut yayasan KUKB, kita sebagai bangsa-bangsa di Indonesia-Nusantara berkeinginan agar Belanda merubah mentalitas bangsanya memandang bangsa Indonesia yang saat ini sudah semakin besar dan semakin demokratis.

“Tanpa bangsa Belanda secara pelan-pelan dan meyakinkan ingin merubah mentalitas itu maka selama itu pula kita sebagai Bangsa Indonesia tetap memandang bahwa Belanda masih berpikiran kolot. Berbagai keburukan belanda tentu tak terkira banyaknya di Nusantara dari sejak datangnya menjajah hingga tahun 1949,” lanjut Irwan.

Namun tentu tidak semua harus diminta pertanggungjawabannya lagi, hanya beberapa hal yang ingin haurs diperbaiki oleh Bangsa Belanda terutama yang bersifat simbol-simbol yang selalu dapat mengganggu psikologis hubungan kedua negara, salah satunya adalah berbagai kejahatan perang yang saat ini masih dituntut oleh bangsa dan keluarga korban perang tersebut dan memang secara faktual belum selesai dengan sebenar-benarnya dan sebaik-baiknya.

Dengan penyalaan 7.000 lilin tersebut diharakan simbol-simbol kolonialisme yang masih diwariskan Belanda dihapus. Jika tidak, simbol-simbol tersebut akan terus mengganjal hati bangsa Indonesia. KUKB juga berharap dukungan di tanah air untuk membuka mata dan informasi mengenai pelbagai hal yang berkenaan dengan simbol-simbol kolonialisme yang masih dilestarikan.

“Mudah-mudahan dengan dukungan itu akan semakin meneguhkan perjuangan untuk menyelesaikan berbagai hal yang mungkin saja akan dapat memperbaiki mentalitas bangsa ini dan mengenal sejarah mereka yang sesungguhnya. Pada gilirannya akan semakin membuat kepercayaan yang tinggi bagi bangsa ini untuk tetap tegak dan semakin besar dimata bangsa-bangsa lain di dunia,” lanjut Irwan. []