HMINEWS.Com – Selayaknya sebuah organisasi mahasiswa seperti Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dikatakan sebagai organisasi intelektual jika ada karya intelektual yang dihasilkan. Hal tersebut yang membuat HMI Cabang Sleman berinisiatif membuat sebuah majalah yang mirip dengan Jurnal pemikiran mahasiswa.

Hasilnya adalah gabungan dari artikel-artikel kritis, resensi buku dan puisi sastra dari para pengurus Cabang maupun kader HMI di tingkat Cabang Sleman. Nama ‘Perdikan’ sendiri diambil dari bahasa Sanskerta yang populer saat peristiwa Pemberontakan Buruh Kereta Api di Madiun pada tahun 1948. Perdikan berarti bebas dari otoritas kekuasaan. Berdiri sendiri dan mandiri.

Tema yang diambil di edisi perdana tahun 2013 ini berkaitan dengan Buruh. Karena isu buruh masih relevan untuk dibahas, terutama terkait pola gerak buruh yang kini sudah berubah, dan tidak dikatakan lagi revolusioner. Hal tersebut dibahas di artikel “Revolusi di Ganti Blackberry.”

Artikel lain yang menarik di dalam majalah Perdikan adalah “Lari dari Bayang-Bayang Industrial” yang mengambil sisi teoritis karena gerakan buruh saat ini cenderung dijinakkan oleh pemodal dengan terminologi demokrasi. Ketua Cabang Sleman, Aufa Taqiya memberikan kontribusinya dalam sebuah artikel yang berpijak pada keberpihakan Islam kepada kaum buruh yang telah disebutkan di dalam Al-Qur’an.

Majalah ini hanya menjadi bagian kecil dari manifestasi pemikiran kader-kader HMI Cabang Sleman yang akan terus berlanjut di kepengurusan berikutnya. Dengan ide dan konsep yang lebih segar serta menarik untuk didiskusikan.

Bhima Yudhistira
Sekretaris Umum HMI MPO Cabang Sleman