Bertempat di Kantor Wahid Institute, Jl. Taman Amir Hamzah No 8 Pegangsaan Mas, Jakarta Pusat, Jumat (4/1/2013)  pukul 19.00 dilaksanakan diskusi Forum Jumat Pertama dalam rangka Haul KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ke-3 dan Dua Tahun Forum Jumat Pertama Jakarta dengan tema “Fakta Pelengseran Gus Dur.” Diskusi ini mengahdirkan Prof. Moh. Mahfud MD (Ketua Mahkamah Konstitusi) dan Greg Barton (Penulis Biografi Gus Dur) sebagai narasumber. Dan juga hadir tokoh-tokoh muda pengagum Gus Dur yang tergabung dalam “Gusdurian.”

Pada prinsipnya diskusi ini merespon isu yang dilontarkan oleh politisi demokrat Sultan Bhatoegana yang mengatakan bahwa Gus Dur turun dari jabatan presidennya karena terlibat kasus Bulog Gate dan Brunei Gate.  Mahfud MD dalam materinya menyampaikan bahwa terdapat dua hal yang dapat dianalisis dari fakta pelengseran Gus Dur; hukum dan politik.

Soal hukum dapat dianalisis dari Hukum Pidana dan Hukum Tata Negara. Secara Hukum Pidana, Kejaksaan Agung telah memutuskan bahwa Gus Dur tidak terlibat dalam kasus korupsi Bulog Gate sebesar Rp35 miliar. Pada pengadilan didapatkan bukti bahwa uang yang diberikan oleh Suwondo kepada Sapuan senilai Rp35 M itu tanpa sepengetahuan Presiden Gus Dur.

Sementara untuk kasus Brunei Gate, Mahfud MD menyampaikan bahwa uang tersebut adalah murni bantuan dari Sultan Brunei kepada Gus Dur sebagai pribadi bukan sebagai Presiden, uang tersebut diberikan agar membantu rakyat Indonesia melalui Gus Dur dan Gus Dur pun sudah menyalurkan bantuan tersebut salah satunya kepada Yayasan Aswaja di Aceh. Lanjut Mahfud MD, uang tersebut pun dipertanggungjawabkan Gus Dur secara pribadi kepada Sultan Brunei, jadi dalam soal Hukum Tata Negara tidak bermasalah.

Kata Mahfud MD lengsernya Gus Dur disebabkan oleh permainan politik. Gus Dur tidak dapat diajak berdamai secara kompromi politik bersama partai politik, Gus Dur lebih memilih mempertahankan konstitusi negara yang mengakibatkan Gus Dur harus turun dari kursi kepresidenan. Demikian hasil kesimpulan diskusi tersebut.

Abdul Malik Raharusun