HMINEWS.COM

 Breaking News

Pelajar Indonesia di Belanda Beri Masukan Kurikulum Baru 2013

January 06
22:57 2013

HMINEWS.Com – Pelajar dan masyarakat Indonesia di Belanda mengajukan sejumlah usul dan masukan terhadap kurikulum Indonesia 2013. Masukan didasarkan pada pengalaman mereka di negeri kincir angin tersebut yang mereka bahas dalam sebuah forum dan menghasilkan hanya 4 mata pelajaran saja.

“Forum memberikan masukan berdasarkan informasi yang terjadi di Belanda dan pengalaman peserta forum yang mengetahui kurikulum pendidikan di negara lain. Guna kepentingan fokus pembahasan, maka mata pelajaran yang disinggung hanya empat item saja, yaitu pelajaran PPKn, matematika, IPA dan Bahasa Inggris,” tulis rilis PPI Utrech – Belanda yang diterima hminews, Jum’at (4/1/2013).

Pelajaran kewarganegaraan

Forum memandang bahwa pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan untuk anak SD dapat dilebur/dihilangkan. Hal ini bukan berarti forum tidak mendukung program pendidikan karakter. Forum justru merekomendasikan agar pelajaran ini tidak bersifat doktrinal, melainkan lebih implementatif dan menggunakan pendekatan heart touching. Sebagaimana diketahui, mata pelajaran PPKn, selama ini hanya bersifat menghapal apa arti tolong menolong atau mengapa harus gotong royong, namun tidak menekankan implementasinya. Maka dari itu, forum merekomendasikan agar Pemerintah mencermati good practices pendidikan yang dikembangkan di sistem pendidikan di Belanda.

Siswa SD di Belanda tidak diminta menghapal apa arti/definisi kebaikan seperti tolong menolong atau membantu orang yang susah, siswa diminta untuk melakukan langkah yang konkrit. Siswa misalnya diminta berkorespondensi dengan para veteran perang atau pihak-pihak yang kehilangan keluarganya akibat korban perang dunia. Siswa diminta merasakan bagaimana perasaan veteran kehilangan anggota tubuhnya, atau bagaimana perasaan masyarakat kehilangan keluarga akibat perang.

Dengan berkomunikasi, maka para siswa belajar berempati secara langsung. Sikap ini kemudian ditindaklanjuti dengan bimbingan guru yang mengarahkan penggalangan dana untuk anak-anak yang orang tuanya korban perang tersebut. Siswa kemudian diarahkan untuk membuat kue atau pekerjaan keterampilan untuk dijual kepada masyarakat. Uang yang didapatkan oleh siswa disumbangkan untuk para legiun veteran dan keluarga korban perang tersebut.

“Forum berpendapat, ini adalah contoh yang baik yang dapat dirujuk sebagai ruh pelajaran kewarganegaraan, sekalipun tanpa melembagakannya dengan mata pelajaran PPKn,” tulis rilis tersebut.

Pelajaran Matematika

Forum berpendapat bahwa siswa SD kerap mendapatkan repetisi pelajaran. Penyebab hal ini adalah kurikulum yang terlampau berat untuk siswa seusia mereka, misalnya materi tentang matematika-statistika. Efek buruk dari hal ini adalah mata pelajaran tersebut tidak dapat diberikan secara tuntas. Akibatnya, materi yang sama akan diulang dan diberikan kembali (terjadi repetisi) di jenjang pendidikan selanjutnya. Hal itu dipandang terlalu memakan waktu, sehingga patut dievaluasi dan materi yang dipandang dapat bersifat berulang dapat dihilangkan. Meskipun contoh yang digunakan adalah di mata pelajaran matematika, namun konsep serupa dapat pula diterapkan untuk aneka pelajaran yang lain.

Pelajaran IPA

Dianjurkan materi IPA menggunakan pendekatan aspek eksperimental (dengan bermain dengan alam atau alat peraga). Hal itu diyakini akan bermanfaat bagi siswa karena akan merangsang inquisitive minds (IM) –jiwa yang selalu ‘terusik’ untuk belajar dan mencari tahu ilmu/kebenaran. IM, bermanfaat untuk menanamkan minat belajar siswa terhadap sains.

Pelajaran bahasa Inggris

PPI Belanda memandang Pelajaran Bahasa Inggris tetap dipertahankan sebagai kurikulum SD dan diajarkan sedini mungkin. Pemerintah Indonesia hendaknya mencermati good practices dari negara India dan Pakistan yang mendesain bahasa inggris sebagai pelajaran yang sudah diterima sejak SD tingkat awal, sebagaimana diterapkan di sejumlah negara lain seperti Pakistan dan Malaysia.

Melihat keseriusan negara lain menanamkan pelajaran bahasa inggris pada siswanya, serta mengingat pentingnya bahasa Inggris, pemerintah perlu memastikan pelajaran ini sudah didapatkan oleh siswa sejak awal SD. Namun demikian, hendaknya materi yng diajarkan bukan tekstual, melainkan yang practical (siswa dibiasakan berbahasa inggris, dan bukan sekedar diajari menghapal rumus-rumus bahasa semata).

Lain lain

Selain keempat pelajaran tersebut, forum mengingatkan bahwa kesuksesan implementasi kurikulum yang baru tidak hanya bertumpu pada substansi kurikulum yang ada, namun lebih bertumpu kepada kualitas implementator di lapangan (guru). Oleh karena itu, kualitas guru perlu diperhatikan, dan guru juga tidak boleh menjadi pribadi yang malas dan berhenti belajar. Sistem pendidikan harus mencegah terjadinya kemalasan guru akibat yang bersangkutan telah mendapatkan sertifikasi. Maka dari itu, baik kiranya jika produk dari sertifikasi guru dibuat tidak berlaku seumur hidup; melainkan didesain seperti surat izin mengemudi (SIM), yang memerlukan evaluasi setiap lima tahun.  Sehingga, guru selalu terpacu untuk meningkatkan kualitasnya secara berkala.

Selain hal di atas, forum juga mengapresiasi langkah pemerintah yang ingin kembali membuat buku ‘Babon’ dengan peruntukan bagi siswa dan juga untuk pedoman pengajaran bagi guru. Buku ini hendaknya juga berisi link/informasi tentang pengetahuan-pengetahuan yang bisa didapatkan oleh guru dan siswa dari internet, sebagai tambahan materi informasi, baik yang sifatnya hiburan informatif maupun yang benar benar khusus sebagai materi.

Demikian pandangan dan masukan pelajar dan masyarakat Belanda terhadap kebijakan kurikulum 2013 khususnya untuk level sekolah dasar, semoga dapat menjadi informasi yang bermanfaat bagi masyarakat pada umumnya dan policy maker pada khususnya.

Utrecht, 03/01/2013

PPI Utrecht–Belanda
Person in contact:

–       Siswanto Sambiroto (shizz.assisi@gmail.com)
–       Ariyadi Wijaya (a.wijaya@hotmail.com)
–       Andi Yani (andiahmadyani@yahoo.com)

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.