HMINEWS.Com – Ratusan anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bima menuntut pembubaran Densus 88 Mabes Polri. Aksi tersebut merupakan aksi lanjutan dari minggu sebelumnya yang diikuti puluhan mahasiswa Bima-Nusa Tenggara Barat.

Aksi dimulai sekitar pukul 08.00, diawali dari dua kampus yakni dari perempatan lampu merah Pemda Bima, sementara kelompok massa lain memulai aksi dari STKIP TAMAN SISWA Bima, kemudian berorasi.

“Densus 88 telah banyak melakukan pelanggaran HAM (Hak Asasi Manusia) dan mencederai identitas umat Islam. Karena itu kami memberi waktu 7 x24 jam kepada Presiden dan DPR RI untuk membubarkan Densus 88. Kami akan melakukan aksi yang lebih massif jika tuntutan tidak segera ditindaklanjuti,” kata pengurus HMI Cabang Bima dalam orasinya, Sabtu (26/1/2013).

Usai orasi, massa bertemu di STKIP Taman Siswa, dekat Bandara Udara M Salahaddin Bima menggunakan 3 mobil dan ratusan motor, berkonvoi ke Kecamatan Palibelo dan Woha sambil membagikan sekitar 1.200 lembar Surat Pernyataan yang ditujukan pada Presiden dan DPR RI.

Massa kemudian memusatkan aksinya di Markas Polres Kabupaten Bima. Kericuhan pecah saat beberapa oknum Polisi memukuli massa yang menurunkan spanduk imbauan “Waspada Terorisme” dari kepolisian yang terpasang di atas Pos Polisi.

Setelah situasi mereda, massa membubarkan diri dengan tertib sekitar pukul 13.30 Wita. Aksi ini sempat berhenti saat adzan berkumandang, para aktivis itu segera melaksanakan shalat Dhuhur berjamaah di tengah derasnya hujan.